Example 728x250

Muhajirin: Keluhan Utama Warga Saat Reses Tetap Soal Jalan Desa

Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Tengah dari Daerah Pemilihan V, Muhajirin, menegaskan bahwa kondisi jalan desa masih menjadi persoalan paling mendesak yang dikeluhkan masyarakat dalam kegiatan reses yang ia gelar di empat kecamatan, Senin (17/11/2025).

MONITOR KALTENG – PALANGKA RAYA – Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Tengah dari Daerah Pemilihan V, Muhajirin, menegaskan bahwa kondisi jalan desa masih menjadi persoalan paling mendesak yang dikeluhkan masyarakat dalam kegiatan reses yang ia gelar di empat kecamatan, Senin (17/11/2025).

Dari delapan titik kunjungan, aspirasi mengenai perbaikan akses jalan muncul hampir seragam di setiap lokasi yang didatangi.

Menurut Muhajirin, sebagian besar desa masih mengandalkan jalan tanah yang kondisinya rusak parah, terutama saat musim hujan.

Warga menilai perbaikan jalan bukan hanya menunjang mobilitas, tetapi juga menjadi prasyarat penting untuk kelancaran aktivitas pendidikan, ekonomi, hingga akses layanan kesehatan.

“Setiap turun reses, pasti yang pertama dikeluhkan adalah jalan,” ujarnya.

Selain infrastruktur jalan, masyarakat juga mengusulkan pembangunan sumur bor. Kelangkaan air bersih masih kerap terjadi di sejumlah desa, terutama pada musim kemarau.

Warga berharap pemerintah dapat memberikan prioritas pada penyediaan sarana air bersih demi memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Di sektor pertanian, Muhajirin turut menerima banyak keluhan terkait gagal panen yang dipicu perubahan musim serta karakter tanah yang dipengaruhi kondisi banjir.

Ia menjelaskan bahwa wilayah Kapuas sangat bergantung pada pasang surut air, sehingga perubahan cuaca yang datang secara mendadak berpengaruh besar terhadap produktivitas tanaman.

“Berbeda dengan Jawa yang tata airnya sudah tertata, di daerah kami masih sangat bergantung pada alam,” katanya.

Muhajirin juga menyoroti fenomena viral petani cabai yang mencabut tanaman karena harga anjlok. Menurut dia, pemerintah perlu melakukan intervensi pada pola tanam dan pemasaran hasil pertanian agar tidak terjadi kelebihan pasokan yang memicu penurunan harga.

Cabai, ujarnya, merupakan komoditas sensitif yang tidak bisa disimpan lama, sehingga stabilisasi pasar menjadi sangat penting. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page