MONITOR KALTENG, SERUYAN – Proses evakuasi korban terakhir kecelakaan helikopter MI-17V5 milik TNI Angkatan Darat (TNI AD) dengan nomor registrasi HA-5235 di perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, akhirnya membuahkan hasil. Prajurit TNI AD, Sertu Anumerta Heri Prasetyo, berhasil dievakuasi dari bangkai pesawat pada Jumat (6/11/2026) pagi.
Evakuasi tersebut sekaligus menuntaskan pencarian terhadap seluruh awak helikopter yang mengalami kecelakaan saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Seruyan.
Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, mengatakan proses evakuasi korban terakhir dimulai sekitar pukul 06.00 WIB. Langkah tersebut dilakukan lebih awal untuk mengantisipasi perubahan cuaca yang berpotensi menghambat jalannya operasi.
Setelah melalui proses evakuasi, jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo berhasil diangkat dari bangkai helikopter sekitar pukul 08.30 WIB.
“Pertama-tama, kami keluarga besar TNI mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan. Dari delapan awak pesawat, lima korban selamat dan tiga meninggal dunia. Dua korban meninggal sebelumnya sudah kami serahkan kepada pihak keluarga dan telah selesai dimakamkan,” ujar Mayjen TNI Zainul Arifin saat diwawancarai awak media di Rumah Sakit Kuala Pembuang, Jumat (6/11/2026).
Ia menjelaskan, jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo selanjutnya akan diserahkan kepada pihak keluarga di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, untuk dimakamkan.
Menurut Zainul, kecelakaan helikopter tersebut menjadi duka mendalam bagi keluarga besar TNI, khususnya satuan Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad), serta masyarakat Kabupaten Seruyan.
Pangdam juga menyampaikan doa agar seluruh prajurit yang menjadi korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Semoga perjuangan mereka dalam menjalankan tugas diterima di sisi Allah SWT dan menjadi amal baik. Bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kesabaran,” tuturnya.
Di tengah proses penanganan pascakecelakaan, Mayjen TNI Zainul Arifin mengimbau pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa agar menyampaikan larangan kepada masyarakat untuk mendekati lokasi bangkai helikopter.
Imbauan tersebut disampaikan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta menjaga keamanan di sekitar lokasi kejadian.
Pihak TNI, kata dia, juga akan segera melakukan proses evakuasi terhadap bangkai helikopter MI-17V5 tersebut.
Terkait penyebab kecelakaan, Pangdam mengungkapkan bahwa black box atau kotak hitam pesawat telah ditemukan di dalam bangkai helikopter.
Namun, penyebab pasti insiden yang merenggut tiga nyawa awak tersebut belum dapat disimpulkan. TNI akan melakukan penelitian dan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap faktor yang menyebabkan helikopter mengalami kecelakaan.
“Untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi dalam musibah ini, kami akan melakukan penelitian dan penyidikan terkait hal-hal yang menimpa pesawat yang mengalami kecelakaan ini,” pungkas Zainul.
Keberhasilan evakuasi korban terakhir menjadi penutup operasi pencarian dan penyelamatan seluruh awak helikopter MI-17V5. Meski demikian, penyelidikan penyebab kecelakaan masih menjadi pekerjaan penting agar insiden serupa dapat dievaluasi dan diantisipasi pada masa mendatang.(*As)













