Monitor Kalteng – S e r u y a n // Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Seruyan, H.Sugian Noor menyampaikan pidato inspiratif dalam seminar bertema “Koperasi Merah Putih Penggerak Ekonomi Eksekutif dan Pembangkit Ekonomi Masyarakat” yang digelar di Aula Kantor DPRD Seruyan pada, Kamis (4/9/2025).
Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Seruyan, Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, Wakil Bupati Seruyan H. Supian, Ketua ICMI Kalteng, H. Kaspinor, Kapolres Seruyan AKBP Hans Itta Papahit, Perwira Penghubung Kodim 1015 Sampit, Perwakilan TNI AL Seruyan, tokoh masyarakat, serta pelaku Koperasi.
Dalam pidatonya, Ketua ICMI Seruyan menegaskan bahwa koperasi Merah Putih memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat desa sekaligus mengurangi ketimpangan sosial. “Koperasi Merah Putih bukan hanya sekadar wadah ekonomi, tetapi juga alat pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan kemandirian dan kesejahteraan yang berkelanjutan,” ujar H. Sugian Noor dengan penuh semangat.
Di kesempatan itu H.Sugian Noor juga mengatakan 5 (Lima) poin penting dalam mengangkat isu koperasi Desa dan kelurahan merah putih yang merupakan program prioritas kabinet merah putih .
“Adapun Lima (5) point penting itu antara lain , point pertama (1), Koperasi merah putih merupakan penggerak ekonomi kerakyatan, yang mana bisa menjadi wadah ekonomi eksklusif yang menampung potensi masyarakat berbagai lapisan sehingga mampu menciptakan pemerataan kesejahteraan didesa tersebut,” kata Sugian Noor.
“Poin ke 2 (Dua), sebagai wadah pemberdayaan UMKM dan Petani Lokal, melalui ini para usaha kecil, petani, nelayan dan pelaku ekonomi rakyat akan memiliki akses lebih baik terhadap modal,pasar dan tekhnologi.hal ini selaras dengan visi pembangunan daerah berbasis kemandirian ekonomi, “tuturnya.
“Poin Ketiga (3) Pilar Ketahanan Ekonomi Daerah, diharapkan menjadi penyanggah ekonomi lokal khususnya dalam menghadapi tantangan global seperti inflasi perubahan iklim maupun persaingan pasar bebas, dan poin ke 4 (Empat) Transformasi Digital dan Modernisasi Koperasi, diharapkan pemerintah daerah bisa mendorong agar koperasi ini tidak hanya mengandalkan pola lama tetapi juga melakukan transformasi dengan memanfaatkan teknologi digital selanjutnya lebih adaptif, transparan dan akuntabel,” tambah Sugian Noor.
Selanjutnya Sugian Noor menambahkan,”Yang tidak kalah penting poin ke Lima (5) yaitu tentang Prospek jangka panjang, dengan menejemen yang baik dan transparan, diharapkan bisa menjadi motor penggerak ekonomi eksklusif sekaligus inklusif yang mampu meningkatkan daya saing dan menumbuhkan rasa nasionalisme melalui ekonomi gotong royong,” jelas Sugian Noor.
Seminar ini juga menjadi ajang diskusi interaktif antara peserta dan narasumber, yang membahas tantangan dan peluang koperasi Merah Putih di Kabupaten Seruyan.
Salah satu tantangan yang diangkat adalah minimnya sumber daya manusia yang terlatih dalam manajemen koperasi, yang menurut Sugianoor harus diatasi melalui pelatihan dan pendampingan intensif.
Di akhir pidatonya, Ketua ICMI Seruyan H.Sugian Noor menyampaikan harapannya agar koperasi Merah Putih menjadi lokomotif perubahan ekonomi di Kabupaten Seruyan. “Dengan semangat gotong royong dan inovasi, kita bisa menjadikan koperasi Merah Putih sebagai simbol kebangkitan ekonomi rakyat,” pungkasnya.(*As)













