MONITOR KALTENG, PALANGKA RAYA – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melakukan koordinasi intensif dengan Pangdam XII/Tambun Bungai dan Kapolda Kalteng sebagai tindak lanjut atas aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung beberapa waktu lalu.
Langkah tersebut disampaikan melalui akun resmi media sosial DPRD Kalteng pada Selasa (7/4/2026), sebagai bentuk respons terhadap berbagai tuntutan yang disuarakan mahasiswa.
Koordinasi ini menegaskan komitmen DPRD Kalteng dalam mengawal isu reformasi TNI, sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap dugaan kasus penyiraman air keras yang menimpa seorang aktivis di luar daerah.
Ketua DPRD Kalteng menyampaikan, aspirasi mahasiswa terkait penguatan profesionalisme TNI serta penuntasan kasus kekerasan terhadap aktivis telah disampaikan langsung kepada pimpinan TNI dan Polri di wilayah tersebut.
“Kami berdiri bersama mahasiswa untuk memastikan ruang demokrasi tetap aman dan kondusif. Koordinasi ini penting agar semangat reformasi terus terjaga serta tidak ada toleransi terhadap segala bentuk kekerasan, termasuk terhadap aktivis,” ujarnya.
Ia menegaskan, meskipun peristiwa yang menjadi sorotan terjadi di luar Kalimantan Tengah, pihaknya tetap memandang penting untuk menyuarakan solidaritas dan memastikan isu tersebut mendapat perhatian serius.
Lebih lanjut, DPRD Kalteng berkomitmen untuk terus mengawal perkembangan isu tersebut melalui komunikasi yang terbuka antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat.
Sementara itu, jajaran Polda Kalteng dan Kodam XII/Tambun Bungai menyambut positif langkah proaktif DPRD. Kedua institusi tersebut menegaskan komitmen dalam menjaga stabilitas keamanan daerah serta menjamin keterbukaan informasi kepada publik.
Sinergi antara lembaga legislatif dan aparat keamanan ini diharapkan dapat memperkuat kondusivitas daerah, sekaligus menjadi respons konstruktif terhadap aspirasi masyarakat. (red)













