MONITOR KALTENG, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memberikan apresiasi terhadap kinerja PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah (Bank Kalteng) yang dinilai mampu menjaga pertumbuhan positif sekaligus memperkuat perannya sebagai agen pembangunan daerah.
Apresiasi tersebut disampaikan Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Darliansjah saat mewakili Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah bersama Bank Kalteng. Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi I DPRD Kalteng, Kamis (18/6/2026), membahas hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 serta reviu program dan kegiatan tahun 2026.
Dalam forum tersebut, Darliansjah menilai Bank Kalteng berhasil menunjukkan kinerja yang membanggakan di tengah dinamika sektor perbankan nasional.
“Bank Kalteng menunjukkan kinerja yang baik. Pertumbuhan aset, dana pihak ketiga, kredit, dan laba bersih tercatat melampaui rata-rata nasional,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai langkah transformasi digital yang dijalankan Bank Kalteng turut memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Digitalisasi layanan, inovasi produk perbankan, hingga penguatan sistem keamanan informasi menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
“Digitalisasi layanan, inovasi perbankan, serta penguatan keamanan informasi mencerminkan komitmen Bank Kalteng dalam meningkatkan kualitas layanan sesuai perkembangan zaman,” katanya.
Darliansjah berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, DPRD, dan Bank Kalteng terus diperkuat guna mendukung berbagai program pembangunan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap Bank Kalteng terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat serta mendukung program strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Muhajirin mengatakan RDP tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sekaligus tindak lanjut dari sejumlah agenda pengawasan yang telah dilakukan sebelumnya.
Menurut Muhajirin, terdapat dua agenda utama yang menjadi fokus pembahasan, yakni hasil RUPS Tahun Buku 2025 dan evaluasi program serta kegiatan Bank Kalteng tahun 2026 yang diarahkan untuk meningkatkan pelayanan dan profesionalitas kinerja.
“Hari ini kami membahas dua agenda utama, yaitu hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahun Buku 2025 dan evaluasi program serta kegiatan Bank Kalteng Tahun 2026 guna meningkatkan pelayanan dan profesionalitas kinerja,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Bank Kalteng merupakan salah satu aset strategis daerah yang memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah. Karena itu, DPRD terus mencermati perkembangan bank milik daerah tersebut melalui berbagai kegiatan pengawasan.
“Rapat Dengar Pendapat ini adalah bagian dari rangkaian pengawasan yang telah kami lakukan, mulai dari rapat kerja, silaturahmi, hingga kunjungan ke sejumlah kantor cabang Bank Kalteng. Kami ingin memastikan Bank Kalteng terus tumbuh secara sehat dan profesional serta memberikan kontribusi optimal bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Kalteng Maslipansyah memaparkan bahwa hingga Maret 2026, Bank Kalteng mampu mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid meski industri perbankan menghadapi berbagai tantangan.
“Kinerja Bank Kalteng tumbuh positif secara tahunan. Aset meningkat 7,68 persen, kredit 8,73 persen, dan Dana Pihak Ketiga 10,56 persen. Kondisi bank juga tetap sehat dan efisien, tercermin dari rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional sebesar 64,96 persen,” jelasnya.
Selain mencatat pertumbuhan kinerja keuangan, Bank Kalteng juga terus mendukung pelaksanaan program prioritas daerah, termasuk penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat secara transparan dan akuntabel.
Maslipansyah mengungkapkan, hingga 15 Juni 2026 realisasi pencairan dana Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) telah mencapai 90,76 persen dengan total dana yang disalurkan sebesar Rp24,09 miliar kepada keluarga penerima manfaat.
“Hingga 15 Juni 2026, realisasi pencairan dana bantuan Program Kartu Huma Betang Sejahtera mencapai 90,76 persen, dengan total dana yang dicairkan kepada keluarga penerima manfaat sebesar Rp24,09 miliar,” paparnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut tidak terlepas dari penerapan strategi bisnis yang berlandaskan prinsip kehati-hatian serta kemampuan perusahaan dalam beradaptasi terhadap perkembangan ekonomi global maupun regional.
Memasuki tahun 2026, Bank Kalteng berkomitmen memperkuat manajemen risiko dan menjaga likuiditas secara disiplin, sekaligus mendorong pertumbuhan kredit yang selektif dan berkualitas guna memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan serta mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pada 2026, Bank Kalteng berkomitmen memperkuat manajemen risiko dan likuiditas secara disiplin, serta mendorong pertumbuhan kredit yang selektif dan berkualitas guna memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan dan mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya. (red)













