Example 728x250

Bandara Kuala Pembuang Disiapkan Jadi Pangkalan Operasi Karhutla, Pemkab Anggarkan Tambahan Runway 200 Meter

MONITOR KALTENG, KUALA PEMBUANG, – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran mendorong pengembangan infrastruktur Bandara Kapten Mulyono Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan. Salah satu langkah strategis yang dinilai perlu dipersiapkan adalah memperpanjang landasan pacu (runway) agar bandara tersebut mampu melayani pesawat berkapasitas lebih besar.

Pengembangan ini dinilai mendesak untuk memperkuat konektivitas udara sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi kondisi darurat, termasuk bencana alam dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pernyataan tersebut disampaikan Agustiar Sabran seusai melepas pemulangan dua jenazah awak helikopter MI-17V5 melalui Bandara Kapten Mulyono Kuala Pembuang, Kamis (5/11/2026). Kedua jenazah diberangkatkan menggunakan pesawat Cassa 212 TNI Angkatan Darat menuju Semarang sebelum salah satunya melanjutkan perjalanan ke Bandung.

Agustiar menegaskan, luasnya wilayah Kalimantan Tengah membutuhkan dukungan infrastruktur penerbangan yang memadai. Karena itu, pengembangan kapasitas bandara harus menjadi perhatian pemerintah agar mobilisasi personel maupun bantuan dalam situasi darurat dapat dilakukan lebih optimal.

“Kita harus mengantisipasi ke depan agar kejadian seperti ini tidak terulang. Salah satunya dengan mempersiapkan infrastruktur penerbangan yang lebih memadai, termasuk kemungkinan memperpanjang runway agar pesawat yang lebih besar bisa beroperasi,” tegas Agustiar.

Menurut dia, pengembangan bandara tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan konektivitas antardaerah. Infrastruktur penerbangan juga harus dipersiapkan untuk mendukung operasi kemanusiaan, penanggulangan bencana, serta penanganan karhutla yang kerap menjadi tantangan di wilayah Kalimantan Tengah.

Agustiar juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemerintah pusat. Terlebih, dalam kondisi efisiensi anggaran, diperlukan koordinasi dan kolaborasi pembiayaan agar rencana pengembangan dapat direalisasikan secara bertahap.

 

Sementara itu, Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda menyatakan Pemerintah Kabupaten Seruyan mendukung pengembangan Bandara Kapten Mulyono sebagai infrastruktur strategis daerah.

Wanda, sapaan akrab Bupati Seruyan, mengatakan pemerintah daerah telah menyampaikan sejumlah usulan kepada pemerintah pusat agar Bandara Kuala Pembuang dapat dikembangkan sebagai pangkalan operasional helikopter dan pesawat pendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Menurut dia, keberadaan fasilitas penerbangan tersebut sangat penting, terutama ketika Kalimantan Tengah menghadapi musim kemarau panjang yang berpotensi meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Pemkab Seruyan, lanjut Wanda, telah mengalokasikan anggaran untuk penambahan panjang landasan pacu sekitar 200 meter. Penambahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pelayanan bandara sehingga mampu mengakomodasi pesawat jenis ATR.

Namun, ia mengingatkan bahwa pengembangan bandara tidak cukup hanya dengan memperpanjang landasan pacu. Sejumlah fasilitas pendukung, termasuk sarana pengisian bahan bakar pesawat, juga perlu dipersiapkan agar operasional penerbangan berjalan optimal.

“Pengembangan bandara ini perlu dilakukan secara komprehensif. Jika diarahkan untuk mendukung mitigasi kebakaran hutan dan lahan, tentu harus melibatkan banyak pihak,” ungkap Wanda.

 

Dalam kesempatan tersebut, Wanda juga menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan helikopter MI-17V5 yang terjadi saat menjalankan misi penanggulangan karhutla di wilayah Kabupaten Seruyan.

Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Seruyan, ia menyampaikan duka cita kepada keluarga korban yang meninggal dunia serta berharap korban selamat segera pulih.

Wanda menjelaskan, Pemkab Seruyan telah mengerahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), peralatan pendukung, serta mengoordinasikan keterlibatan masyarakat melalui para camat untuk membantu proses evakuasi. Penanganan tersebut juga mendapat dukungan dari unsur TNI.

Lebih jauh, Bupati menilai peningkatan kapasitas Bandara Kapten Mulyono berpotensi memberikan manfaat lebih luas bagi daerah. Selain mendukung penanganan bencana, infrastruktur penerbangan yang memadai dapat membuka peluang pengembangan pariwisata, memperkuat investasi, serta meningkatkan mobilitas masyarakat.

Wanda menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan pemerintah pusat dalam mewujudkan pengembangan Bandara Kuala Pembuang.

Pengembangan tersebut diharapkan tidak berhenti pada wacana, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui perencanaan, dukungan anggaran, dan pembangunan fasilitas yang terintegrasi sehingga Bandara Kapten Mulyono mampu menjadi salah satu infrastruktur strategis pendukung konektivitas dan penanggulangan bencana di Kalimantan Tengah.

*(As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page