Kapolres Seruyan, AKBP Beddy Suwendi, S.H., S.I.K., memberi “tamparan keras” kepada seluruh personelnya dalam apel sore di halaman Mapolres Seruyan, Jumat (13/3/2026). Bukan soal fisik atau perlengkapan, melainkan tentang kehadiran polisi di dunia digital.
“Media sosial bukan hanya alat publikasi. Peran media sosial sebagai instrumen strategis bagi kepolisian untuk komunikasi cepat, membangun kepercayaan publik, edukasi masyarakat, serta meningkatkan partisipasi warga dalam menjaga keamanan,” tegas Kapolres di hadapan peserta apel.
Dengan nada lugas, orang nomor satu di jajaran Polres Seruyan ini menyatakan bahwa polisi yang tidak melek media sosial akan tertinggal jauh. Menurutnya, di era digital saat ini, kehadiran kepolisian di media sosial sama pentingnya dengan kehadiran polisi di lapangan.
“Singkatnya, di era digital, kehadiran kepolisian di media sosial sama pentingnya dengan kehadiran polisi di lapangan. Manfaatkan media sosial dengan bijak dan profesional untuk mendekatkan diri kepada masyarakat,” ujar AKBP Beddy Suwendi.
Tak hanya soal medsos, Kapolres juga mengingatkan personelnya yang tengah bertugas dalam Operasi Ketupat Telabang 2026 untuk tetap profesional dan humanis. Operasi pengamanan arus mudik dan Lebaran ini telah dimulai sejak 13 Maret 2026.
“Laksanakan tugas Operasi Ketupat Telabang 2026 dengan profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab. Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang sedang melaksanakan mudik maupun merayakan Idul Fitri,” imbuhnya.
Apel sore yang berlangsung tertib ini menjadi wake-up call bagi seluruh personel bahwa di era digital, polisi harus hadir di mana-mana: baik di jalanan maupun di layar ponsel masyarakat.











