Example 728x250

Gerakan Pangan Murah Jelang HBKN Digelar di Kuala Pembuang, Pemkab Seruyan Tekan Lonjakan Harga

KUALA PEMBUANG ll Monitor Kalteng– Pemerintah Kabupaten Seruyan menggelar Gerakan Pangan Murah menjelang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), sebagai langkah antisipatif menekan potensi lonjakan harga bahan pokok. Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Seruyan, Jumat (13/2/2026).

Wakil Bupati Seruyan H. Supian, S.Ag. hadir mewakili Bupati Seruyan dalam kegiatan tersebut. Program ini digelar untuk menyambut sejumlah agenda keagamaan, mulai dari Tahun Baru Imlek, bulan suci Ramadan, Idul Fitri 1447 Hijriah, hingga Hari Suci Nyepi 2026.

Kepala DKPP Seruyan Sri Susanti menjelaskan, Gerakan Pangan Murah menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Tujuan kegiatan ini adalah meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, menjaga stabilitas harga pangan di pasaran, serta memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Dalam kegiatan serentak 13 Februari 2026 tersebut, sejumlah komoditas disediakan dengan harga lebih rendah dari pasaran, di antaranya beras SPHP, gula pasir, minyak goreng kemasan merek Sunco, minyak goreng curah, telur ayam, daging ayam ras, bawang merah, dan bawang putih.

Sri Susanti menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, distributor, serta pelaku usaha yang terlibat dalam penyediaan pasokan. Ia juga mengakui masih terdapat keterbatasan dalam pelaksanaan kegiatan dan berharap program ini memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Wakil Bupati membacakan sambutan Bupati Seruyan yang menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk konkret intervensi pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan yang identik dengan peningkatan konsumsi.

Menurutnya, pengalaman setiap tahun menunjukkan bahwa periode Imlek, Ramadan, Idul Fitri, dan Nyepi kerap diikuti kenaikan permintaan bahan pokok. Tanpa pengendalian yang tepat, kondisi tersebut berpotensi memicu inflasi daerah dan menekan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

“Melalui program ini, pemerintah daerah berupaya menghadirkan bahan pangan pokok dengan harga terjangkau, kualitas baik, serta distribusi merata,” demikian disampaikan dalam sambutan Bupati.

Pemerintah Kabupaten Seruyan berharap Gerakan Pangan Murah tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan instrumen pengendalian harga yang berkelanjutan. Dengan langkah ini, masyarakat diharapkan dapat menyambut Ramadan, Idul Fitri, dan Nyepi dengan lebih tenang di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.(*As/ps)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page