MONITOR KALTENG, Seruyan – Suasana Desa Asam Baru, Kecamatan Danau Seluluk, Kabupaten Seruyan mendadak mencekam pada Jumat, 6 Februari 2026. Sekitar pukul 11.25 WIB, warga digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah laki-laki mengambang di Daerah Aliran Sungai (DAS) Seruyan.
Laporan masyarakat segera ditindaklanjuti Polres Seruyan. Personel Polsubsektor Danau Seluluk bergerak cepat bersama Pemerintah Desa Asam Baru, Damkar, dan BPBD Seruyan menuju lokasi. Proses evakuasi berlangsung menegangkan di tengah arus sungai dan tatapan warga yang diliputi tanda tanya.
Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Hanau untuk dilakukan visum dan identifikasi forensik. Dalam proses pemeriksaan, petugas menemukan ciri khas berupa tato di tangan kiri dan bagian dada—petunjuk penting yang akhirnya mengungkap identitas korban.
Korban diketahui bernama:
Rio Septiaji bin Sadi Al Diarto
Lahir di Banjarnegara, 20 September 1999
Jenis Kelamin: Laki-laki
Setelah seluruh prosedur medis dan administrasi selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga yang diwakili oleh Rudi Hartono. Prosesi serah terima disaksikan Kasi Sosial Kecamatan Danau Seluluk, Sarifah, serta Kepala Desa Tanjung Hara, Idie.
Jenazah kemudian dimakamkan secara layak di TPU Jalan Jenderal Sudirman KM 115, Desa Asam Baru, Danau Seluluk.
Polres Seruyan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi dan identifikasi. Meski identitas korban telah terungkap, penyelidikan masih berlanjut untuk memastikan penyebab kematian dan rangkaian peristiwa di balik tragedi ini.
Kapolres Seruyan menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja profesional dan transparan sesuai prosedur. Masyarakat diimbau tetap tenang dan segera melapor jika memiliki informasi yang dapat membantu penyelidikan.
Hingga berita ini diturunkan, misteri di balik kematian Rio Septiaji masih menjadi perhatian publik, sementara aparat terus mengumpulkan fakta di lapangan.
Polres Seruyan – Melindungi, Mengayomi, dan Melayani Masyarakat.
*As_Monitor Kalteng.co.id.













