Example 728x250

Tukang Cukur Palangka Raya Pecahkan Rekor MURI, Cukur Rambut Nonstop Hampir 12 Jam

Muhammad Andi berhasil memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui aksi cukur rambut nonstop terlama, yakni hampir 12 jam atau tepatnya 11 jam 40 menit tanpa henti.

MONITOR KALTENG – PALANGKA RAYA // Muhammad Andi berhasil memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui aksi cukur rambut nonstop terlama, yakni hampir 12 jam atau tepatnya 11 jam 40 menit tanpa henti.

Aksi pemecahan rekor tersebut dilaksanakan pada Minggu (11/1/2026) di Bundaran Besar Palangka Raya. Sejak pagi hingga malam hari, warga silih berganti mengantre untuk dipangkas rambutnya.

Satu per satu peserta dilayani tanpa jeda. Tak sedikit pula masyarakat yang datang sekadar menyaksikan langsung proses pemecahan rekor yang awalnya hanya berangkat dari sebuah mimpi sederhana.

Dalam rentang waktu tersebut, 377 orang berhasil dicukur. Meski belum mencapai target awal sebanyak 400 orang, hal itu tidak mengurangi nilai pencapaian yang diraih.

Pihak MURI tetap menyatakan kegiatan ini sah dan resmi tercatat sebagai aksi cukur rambut nonstop terlama, sekaligus menjadi yang pertama dan belum pernah dilakukan sebelumnya, baik di Indonesia maupun di dunia.

Bagi Muhammad Andi, capaian ini bukan semata soal angka.

“Ini bukan tentang seberapa banyak yang dicukur, tetapi tentang keberanian membuktikan mimpi,” ujarnya.

Kesuksesan kegiatan ini juga didukung oleh puluhan siswa SMAN 5 Kota Palangka Raya yang mendominasi sebagai relawan cukur. Mereka bergantian menjaga ritme, memastikan tidak ada jeda, serta melayani setiap peserta dengan penuh semangat.

Dukungan masyarakat pun terus mengalir. Ada yang ikut dicukur, ada yang memberi semangat, dan ada pula yang datang hanya untuk menjadi saksi sejarah.

Lebih dari sekadar mencetak rekor, kegiatan ini menjadi ruang belajar sekaligus panggung bagi barber-barber muda untuk menunjukkan kemampuan mereka. Selain itu, aksi ini menjadi cara sederhana namun kuat untuk membawa nama Palangka Raya melampaui batas daerah.

Pada akhirnya, rekor ini tidak hanya tercatat di lembar arsip. Ia hidup dalam bunyi mesin cukur yang tak pernah berhenti, dalam tangan-tangan yang bekerja bergantian, serta dalam keyakinan bahwa mimpi besar selalu menemukan jalannya ketika dikerjakan bersama.(Red)

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page