MONITOR KALTENG, PALANGKA RAYA — Pemerintah Kota Palangka Raya secara resmi meluncurkan logo peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Pemerintah Kota dan HUT ke-68 Kota Palangka Raya pada 12 Juni 2025 lalu. Peluncuran ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan yang mengusung tema besar “Penguatan Kolaborasi Sosial untuk Pembangunan Kota yang Produktif, Kreatif, Berbudaya, Maju, dan Keren”.
Logo dan tema perayaan tahun ini dirancang untuk mencerminkan arah pembangunan kota yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur yang inklusif serta berdaya saing tinggi. Tagline yang diusung—“Palangka Raya Kota Keren, Kota Masa Depan – Mamangun Indonesia Emas Bara Palangka Raya”—disebut menjadi representasi visi kolektif masyarakat dan pemerintah kota.
“Palangka Raya ingin tampil keren bukan hanya secara visual atau fisik, tapi juga keren dalam tatanan sosial, budaya, dan partisipasi warganya,” ujar Wali Kota Palangka Raya melalui kanal resmi Instagram @palangkaraya\_semakinkeren.
Logo yang diluncurkan memuat sejumlah simbol budaya Dayak dan elemen modern, yang sarat akan filosofi lokal dan arah pembangunan masa depan. Burung Tingang, anyaman khas Dayak, tarian adat, hingga jembatan Kahayan digambarkan dalam visual logo sebagai lambang identitas, kebersamaan, dan konektivitas. Sementara elemen seperti garis kecepatan dan simbol transisi energi menjadi representasi dari semangat kerja cepat dan adaptasi terhadap kemajuan teknologi.
“Logo ini dirancang bukan hanya untuk perayaan, tetapi sebagai penanda arah transformasi kota yang menghargai kearifan lokal dan terbuka pada perubahan,” ujar Alman Pak Pahan.
Warna-warna utama dalam logo—merah, kuning, hijau, hitam, dan putih—juga dipilih secara simbolis. Merah melambangkan keberanian, kuning kebahagiaan, hijau pertumbuhan, hitam kekuatan budaya, dan putih kesucian.
Peluncuran logo ini menjadi momentum penguatan identitas Palangka Raya sebagai pusat budaya Dayak yang adaptif terhadap zaman. Pemerintah Kota menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor—antara masyarakat, pemerintah, komunitas, dan swasta—untuk mendorong terciptanya kota yang produktif, kreatif, dan berbudaya.
Dalam perayaan HUT ke-60 tahun ini, Pemkot Palangka Raya juga menyuarakan komitmen terhadap visi nasional Indonesia Emas 2045, dengan menempatkan pembangunan manusia sebagai poros utama. Falsafah Huma Betang, yang menekankan pada gotong royong, kebersamaan, dan toleransi, disebut akan tetap menjadi fondasi dalam perjalanan kota menuju masa depan.
“Semangat ‘Mamangun Indonesia Emas Bara Palangka Raya’ menjadi ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk membangun kota yang keren, tangguh, dan berkelanjutan,” ujar Wali Kota.
Perayaan HUT ke-60 Pemerintah Kota Palangka Raya akan berlangsung sepanjang bulan Juni hingga Juli 2025, seiring dengan peringatan hari jadi Kota Palangka Raya pada 17 Juli mendatang.













