PALANGKA RAYA – Monitorkalteng.co.id – 29 Juni 2025 — Pemerintah Kota Palangka Raya pada tanggal 12 Juni 2025 secara resmi meluncurkan logo peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Pemerintah Kota Palangka Raya (17 Juni 1965–17 Juni 2025) dan HUT ke-68 Kota Palangka Raya (17 Juli 1957–17 Juli 2025), dengan mengusung tagline “Palangka Raya Kota Keren, Kota Masa Depan – Mamangun Indonesia Emas Bara Palangka Raya.”
Peluncuran logo tersebut menandai komitmen kuat Pemko Palangka Raya dalam menggerakkan pembangunan kota yang berlandaskan kolaborasi sosial serta penguatan budaya lokal. Tema besar perayaan tahun ini adalah “Penguatan Kolaborasi Sosial untuk Pembangunan Kota yang Produktif, Kreatif, Berbudaya, Maju, dan Keren.”
Wali Kota Palangka Raya melalui keterangan resminya di Kanal instagram palangkaraya_semakinkeren menyampaikan bahwa logo dan tema ini merupakan refleksi dari arah kebijakan pembangunan kota yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta infrastruktur yang inklusif dan berdaya saing tinggi. “Kita ingin menciptakan kota yang tidak hanya keren secara visual dan infrastruktur, tapi juga keren dalam tatanan sosial, budaya, dan partisipasi warganya,” ujarnya.
Makna dan Filosofi Logo
Logo HUT tahun ini dirancang dengan filosofi mendalam yang mengangkat kekayaan budaya Dayak serta semangat kemajuan. Logo memadukan lima warna utama—merah, kuning, hijau, hitam, dan putih—yang merepresentasikan nilai keberanian, kebahagiaan, pertumbuhan, dan kekuatan budaya lokal.
Simbol utama dalam logo meliputi:
Burung Tingang: Melambangkan kesucian dan identitas masyarakat Dayak.
Anyaman Khas Dayak: Menjadi simbol kreativitas, kearifan lokal, dan eratnya persatuan masyarakat.
Tarian Adat Dayak: Menggambarkan keberagaman dan kekayaan nilai spiritual, sejarah, serta seni yang hidup di tengah masyarakat.
Garis Kecepatan: Simbol harapan atas kinerja ASN dan masyarakat kota yang cepat, tepat, dan berkualitas.
Transisi Energi: Representasi dari kemajuan sosial-teknologis yang terencana dan berorientasi masa depan.
Padi dan Kapas: Melambangkan kemakmuran, kesejahteraan, dan keadilan sosial.
Talawang (Perisai): Simbol keberanian, ketangguhan, dan perlindungan bagi seluruh masyarakat.
Huma Betang: Falsafah hidup Dayak yang menekankan gotong royong, kebersamaan, dan toleransi.
Jembatan Kahayan: Ikon infrastruktur dan konektivitas antarwilayah di Palangka Raya.
People (Masyarakat): Representasi keinginan warga atas kehidupan yang nyaman, aman, dan berdaya.
Tagline “Palangka Raya Kota Keren, Kota Masa Depan” bukan sekadar slogan, melainkan cerminan visi kolektif pemerintah dan masyarakat dalam membangun kota yang inklusif dan modern. Dalam penjabaran tema, Pemerintah Kota ingin mengedepankan kolaborasi aktif lintas sektor—antara masyarakat, pemerintah, swasta, dan komunitas—guna mendorong terciptanya kota yang berbudaya, produktif, dan kreatif.
Peringatan HUT tahun ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas Palangka Raya sebagai pusat kebudayaan Dayak yang adaptif terhadap transformasi zaman dan teknologi, serta memiliki SDM unggul untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Dengan semangat Mamangun Indonesia Emas Bara Palangka Raya, Pemerintah Kota mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif dalam pembangunan, menjaga budaya, dan membangun masa depan kota yang semakin keren, tangguh, dan berkelanjutan.(Red)













