Monitorkalteng.co.id – Di balik semaraknya Festival Palangka Raya 2025 yang digelar di halaman Kantor Wali Kota, Kamis (24/4), Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Palangka Raya, Avina Fairid Naparin, menyoroti satu aspek penting yang kerap luput dari sorotan: peran generasi muda dalam meneruskan estafet usaha keluarga, terutama di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Festival tahunan yang menjadi ajang promosi produk lokal ini tak hanya memamerkan keberagaman hasil kerajinan, kuliner, dan produk kreatif, namun juga mencerminkan wajah pelaku usaha yang mendasarinya. Menurut Avina, mayoritas peserta festival tahun ini masih didominasi oleh pelaku UMKM dari kalangan orang tua, khususnya para ibu. Namun, hal yang patut diapresiasi adalah mulai munculnya anak-anak muda yang terlibat sebagai penerus usaha keluarga.
“Usianya beragam, dan itu bagus. Anak-anak muda juga ada yang ikut, ini bentuk regenerasi karena biasanya usaha ini diwariskan dari kakek neneknya,” ungkap Avina usai meninjau salah satu stand UMKM.
Fenomena regenerasi pelaku UMKM memang menjadi isu penting di tengah tantangan zaman yang serba digital dan instan. Tidak sedikit anak muda yang memilih jalur karier baru, meninggalkan potensi besar dari usaha keluarga yang sudah berjalan puluhan tahun. Namun bagi sebagian kecil lainnya, keberlanjutan dan kebanggaan terhadap produk lokal justru menjadi alasan untuk bertahan dan berinovasi.
“Anak-anak zaman sekarang kan tidak banyak yang mau melanjutkan usaha orang tuanya. Tapi ternyata masih ada juga yang peduli dan mau mengembangkan. Ini yang harus kita dukung,” ujarnya.
Sebagai Ketua TP-PKK, Avina menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi pelaku UMKM lintas generasi. Program pemberdayaan yang menyasar berbagai kelompok usia akan terus diperkuat, termasuk pelatihan manajemen usaha, digital marketing, hingga pengemasan produk yang sesuai dengan pasar masa kini.
“Kami ingin keberlanjutan ini tidak hanya berhenti di satu generasi. Kalau anak-anak muda sudah tertarik dan terlibat, maka produk lokal kita punya masa depan,” pungkasnya.
Festival Palangka Raya 2025 bukan hanya tentang perayaan dan promosi, melainkan juga menjadi cermin dinamika sosial dan ekonomi yang berkembang. Keberhasilan regenerasi di sektor UMKM dapat menjadi tolok ukur kekuatan ekonomi lokal dalam jangka panjang. Di tangan generasi muda, warisan usaha keluarga tak sekadar dilestarikan, tapi juga ditumbuhkan dengan semangat dan inovasi zaman.(Red)













