Example 728x250

Bupati dan Wakil Bupati Seruyan dampingi Gubernur Agustiar Sabran Sambut Menhut Raja juli Antoni , Penanganan Kecelakaan Ml-17 Jadi Prioritas

MONITOR KALTENG, KUALA PEMBUANG – Pemerintah pusat memperkuat penanganan kecelakaan helikopter MI-17 milik TNI Angkatan Darat (TNI AD) yang jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Menteri Kehutanan Republik Indonesia turun langsung ke Seruyan, Jumat (6/11/2026), untuk melihat perkembangan penanganan musibah sekaligus memastikan proses evakuasi korban berjalan maksimal.

Kedatangan Menteri Kehutanan disambut Gubernur Kalimantan Tengah dan didampingi Bupati serta Wakil Bupati Seruyan. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam menangani kecelakaan helikopter yang sebelumnya digunakan untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

Dalam keterangannya kepada awak media, Menteri Kehutanan Raja Zuli Antoni menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang menimpa para petugas yang tengah menjalankan misi kemanusiaan memadamkan kebakaran hutan dan lahan.

“Atas nama pemerintah, saya kembali mengucapkan duka cita mendalam. Kita sangat berduka atas kecelakaan yang terjadi pada helikopter MI-17, yang di dalamnya terdapat para patriot bangsa yang sedang melakukan upaya pemadaman karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, perkembangan kecelakaan tersebut telah dilaporkan secara langsung kepada Presiden Republik Indonesia. Presiden turut menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan arahan agar seluruh upaya pencarian dan evakuasi korban dilakukan secara maksimal.

 

Proses evakuasi hingga Jumat masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Kondisi air yang keruh dan berlumpur membuat jarak pandang penyelam sangat terbatas. Selain itu, gelombang yang cukup besar turut menyulitkan upaya pencarian dan pengangkatan korban dari badan helikopter.

Untuk mengatasi kendala tersebut, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, dan unsur terkait terus memperkuat operasi dengan menambah personel penyelam.

Sejumlah peralatan pendukung juga disiapkan, mulai dari kapal penarik (tugboat), helikopter, hingga crane untuk membantu proses pengangkatan badan helikopter dari lokasi kecelakaan.

Menteri Kehutanan Raja juli Antoni menegaskan bahwa seluruh unsur yang terlibat terus bekerja maksimal agar proses evakuasi dapat diselesaikan dengan aman.

“Kita berupaya semaksimal mungkin. Mohon doa dari seluruh masyarakat agar proses evakuasi dapat berjalan lancar dan korban yang belum ditemukan dapat segera dievakuasi,” harapnya.

 

Di tengah proses evakuasi, penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting juga terus menjadi perhatian pemerintah.

Berdasarkan laporan terbaru, titik api masih terpantau di wilayah Sungai Perlu. Kondisi geografis dan akses menuju lokasi yang cukup sulit menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam melakukan pemadaman.

Pemerintah pun terus mengoptimalkan tiga unit helikopter water bombing yang masih tersedia untuk mempercepat penanganan kebakaran. Pelaksanaan operasi udara tersebut tetap mempertimbangkan kondisi cuaca dan jarak pandang di lapangan.

Sementara itu, kondisi di zona inti Taman Nasional Tanjung Puting dilaporkan mulai membaik. Turunnya hujan, ditambah patroli dan pemadaman secara berkelanjutan oleh tim gabungan, turut membantu menekan potensi meluasnya kebakaran.

Menteri Kehutanan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, relawan, hingga masyarakat adat yang turut membantu proses evakuasi dan penanggulangan karhutla.

Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Seruyan dalam kunjungan tersebut menegaskan keterlibatan pemerintah daerah dalam mendukung langkah pemerintah pusat, khususnya memastikan koordinasi lintas instansi berjalan efektif di lapangan.

Pemerintah Kabupaten Seruyan berharap seluruh tahapan evakuasi dapat berjalan aman dan lancar. Di sisi lain, upaya pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting diharapkan terus diperkuat guna melindungi keselamatan petugas, masyarakat, serta menjaga kelestarian ekosistem hutan.(*As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page