Example 728x250

Bupati Seruyan Tekankan Dampak Nyata Program PKK, Posyandu dan Genting, Bukan Sekadar Seremonial

MONITOR KALTENG, KUALA PEMBUANG – Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan keluarga, pelayanan kesehatan masyarakat, dan pencegahan stunting harus diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, bukan sekadar banyaknya kegiatan yang dilaksanakan.

Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan, Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan, serta pengukuhan Ayah dan Bunda Generasi Berencana (Genre) dan Ayah Bunda Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) se-Kabupaten Seruyan Tahun 2026.

Kegiatan berlangsung di Lapangan Tenis Indoor Kuala Pembuang, Selasa (3/11/2026), sekaligus dirangkai dengan Workshop Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dan Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) yang dibuka secara resmi oleh Bupati Seruyan.

Dalam arahannya, Ahmad Selanorwanda menekankan bahwa pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan infrastruktur. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ketahanan keluarga, serta pembinaan generasi muda harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan.

Ia meminta seluruh perangkat daerah tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan memperkuat koordinasi dengan TP PKK, Posyandu, Genre, dan Genting agar berbagai program pemberdayaan keluarga, pelayanan kesehatan, serta percepatan penurunan stunting dapat terlaksana secara terpadu dan tepat sasaran.

“Jangan hanya mengukur keberhasilan dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari perubahan dan manfaat yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan pentingnya akuntabilitas penggunaan anggaran, pemetaan kebutuhan masyarakat di setiap kecamatan, serta evaluasi berkelanjutan. Menurutnya, setiap program harus memiliki sasaran yang jelas dan menghasilkan perubahan, bukan sekadar memenuhi agenda kegiatan maupun laporan administratif.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Seruyan, Ny. Welduline Ahmad Selanorwanda, menegaskan bahwa pelantikan tersebut harus menjadi momentum memperkuat komitmen dan tanggung jawab seluruh pengurus dalam menjalankan program pemberdayaan keluarga.

Ia mendorong penguatan 10 Program Pokok PKK, peningkatan kualitas pelayanan Posyandu berdasarkan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta edukasi kesehatan reproduksi remaja dan pencegahan perkawinan usia anak.

Seluruh pengurus TP PKK di 10 kecamatan juga diminta aktif berkoordinasi dengan perangkat daerah, khususnya dalam pendampingan keluarga berisiko stunting, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pelantikan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal komitmen dan tanggung jawab untuk menggerakkan program pemberdayaan keluarga,” ujarnya.

Melalui pelantikan dan pengukuhan tersebut, Pemkab Seruyan berharap sinergi lintas sektor semakin kuat, mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten.

Tantangannya bukan hanya menjalankan program, tetapi memastikan kehadiran PKK, Posyandu, Genre, dan Genting benar-benar memberikan dampak bagi keluarga dan masyarakat.

Pemerintah daerah pun dituntut memastikan seluruh program berjalan terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan demi mewujudkan keluarga berkualitas, masyarakat sehat, serta generasi Seruyan yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.(*As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page