KUALA PEMBUANG, Monitorkalteng.co.id – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kabupaten Seruyan menegaskan komitmennya mengawal seluruh tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 hingga penetapan kepala desa terpilih. Pemerintah mengingatkan seluruh calon dan pendukung agar menghormati hasil pemilihan, karena menang maupun kalah merupakan konsekuensi dalam sistem demokrasi yang harus diterima secara dewasa.
Penegasan tersebut disampaikan Rusdi Hidayat, Wakil Ketua Panitia Pilkades Kabupaten Seruyan yang mewakili DPMDes, saat memimpin monitoring pelaksanaan pemungutan suara di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kecamatan Seruyan Hilir dan Seruyan Hilir Timur, Sabtu (11/7/2026).
Dalam monitoring tersebut, Rusdi didampingi Sekretaris Camat Seruyan Hilir Ali Rahman, Plt Camat Seruyan Hilir Timur Mulyan, serta unsur TNI, Polri, Satpol PP, dan instansi terkait sebagai bentuk sinergi pengamanan pesta demokrasi tingkat desa.
Menurut Rusdi, kehadiran tim monitoring bertujuan memastikan seluruh proses Pilkades berjalan sesuai ketentuan, mulai dari pemungutan suara, penghitungan suara, rapat pleno hingga penetapan hasil akhir.
“Kami memastikan seluruh tahapan Pilkades berlangsung aman, tertib, transparan, dan sesuai aturan sehingga masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan nyaman,” tegas Rusdi.
Di Kecamatan Seruyan Hilir, Pilkades digelar di enam desa, yakni Desa Sungai Perlu, Pematang Limau, Tanjung Rangas, Muara Dua, Jahitan, dan Baung. Sebanyak 18 TPS melayani 7.565 pemilih, dengan Desa Pematang Limau menjadi wilayah dengan jumlah pemilih terbanyak mencapai 2.886 orang yang tersebar di tujuh TPS.
Sementara di Kecamatan Seruyan Hilir Timur, pemungutan suara berlangsung di 13 TPS yang tersebar di lima desa, yaitu Desa Pematang Panjang, Kartika Bhakti, Bangun Harja, Sungai Bakau, dan Mekar Indah.
Berdasarkan hasil pemantauan, seluruh TPS beroperasi dengan aman, tertib, dan lancar. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dalam menggunakan hak pilihnya, sementara aparat TNI, Polri, dan Satpol PP tetap bersiaga mengawal seluruh rangkaian tahapan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Rusdi menegaskan bahwa Pilkades bukan sekadar memilih kepala desa, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat demokrasi dan melahirkan pemimpin desa yang memiliki legitimasi kuat serta mampu membawa kemajuan bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan seluruh calon kepala desa beserta tim pendukung agar mengedepankan sikap dewasa dalam berdemokrasi dan tidak memicu konflik pascapemungutan suara.
“Menang atau kalah adalah konsekuensi demokrasi. Yang terpilih wajib menjalankan amanah masyarakat dengan penuh tanggung jawab, sedangkan yang belum memperoleh kepercayaan masyarakat harus menerima hasil dengan lapang dada demi menjaga persatuan dan kondusivitas desa,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Seruyan berharap seluruh tahapan Pilkades Serentak 2026 dapat berlangsung hingga penetapan hasil tanpa sengketa.
Dengan pengawasan berlapis serta sinergi seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, dan panitia, pesta demokrasi desa diharapkan menghasilkan kepala desa yang sah, berintegritas, dan mampu mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Seruyan.(*As)













