SERUYAN –Monitorkalteng.co.id//- Sebanyak 50 desa di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak pada Sabtu (11/7/2026). Ribuan warga menggunakan hak pilihnya untuk menentukan kepala desa yang akan memimpin Delapan tahun ke depan.
Sejak pukul 07.00 WIB, aktivitas pemungutan suara berlangsung serentak di seluruh desa peserta Pilkades. Aparat gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, serta unsur pemerintah daerah disiagakan di setiap lokasi pemungutan suara guna memastikan seluruh tahapan berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Di Kecamatan Seruyan Hilir Timur, pelaksanaan Pilkades berlangsung di 13 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di lima desa. Rinciannya, Desa Pematang Panjang memiliki tujuh TPS, Desa Sungai Bakau satu TPS, Desa Kartika Bhakti dua TPS, Desa Bangun Harja dua TPS, dan Desa Mekar Indah satu TPS.
Pantauan di sejumlah TPS menunjukkan antusiasme masyarakat cukup tinggi. Warga berdatangan sejak pagi untuk memberikan suara, sementara petugas penyelenggara bersama aparat keamanan mengatur jalannya pemungutan agar tetap sesuai prosedur.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Seruyan Hilir Timur, Mulyan, mengatakan hingga proses pemungutan suara berlangsung situasi di wilayahnya tetap aman dan terkendali.
“Alhamdulillah Pilkades di wilayah Seruyan Hilir Timur berjalan aman, lancar, dan kondusif. Kondisi ini tercipta berkat kerja sama semua pihak. Kami berharap situasi tetap terjaga hingga proses pleno selesai,” kata Mulyan saat meninjau pelaksanaan Pilkades di Desa Kartika Bhakti, Sabtu (11/7/2026).
Menurut Mulyan, distribusi logistik Pilkades telah rampung dilakukan sebelum pemungutan suara dimulai. Setelah pencoblosan selesai, panitia di masing-masing desa akan melaksanakan rapat pleno penghitungan suara yang dijadwalkan berakhir sekitar pukul 22.00 WIB.
Selanjutnya, seluruh kotak suara akan diserahkan ke kantor kecamatan sebelum diteruskan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kabupaten Seruyan. Proses pengembalian logistik diperkirakan berlangsung pada Minggu (12/7/2026).
Mulyan juga mengingatkan seluruh calon kepala desa beserta pendukungnya agar menghormati hasil Pilkades. Menurut dia, menang maupun kalah merupakan konsekuensi dalam sebuah kontestasi demokrasi.
Ia berharap kepala desa terpilih nantinya mampu menjalankan amanah dengan mengutamakan kepentingan masyarakat. Sementara peserta yang belum memperoleh kepercayaan masyarakat diminta menerima hasil pemilihan secara dewasa demi menjaga persatuan dan kondusivitas di desa.
Pilkades Serentak 2026 menjadi salah satu agenda demokrasi terbesar di Kabupaten Seruyan tahun ini. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan berharap seluruh tahapan, mulai dari pemungutan suara, penghitungan, hingga penetapan hasil, dapat berlangsung tanpa gangguan sehingga menghasilkan pemimpin desa yang memperoleh legitimasi dari masyarakat.(*As)













