Example 728x250

Penggerebekan Dugaan Bandar Sabu di Katingan Berujung Bentrok,Dua orang Polisi Tewas dan Dua Anggota Hilang

MONITOR KALTENG, KATINGAN – Operasi penindakan dugaan peredaran narkotika jenis sabu yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah, Rabu malam, 1 Juli 2026, berakhir ricuh. Seorang anggota polisi dilaporkan tewas, sedangkan dua personel lainnya masih dalam pencarian.(2/7/26)

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan terjadinya insiden tersebut. Hingga kini, kepolisian masih melakukan pencarian terhadap dua anggota yang belum ditemukan serta mendalami rangkaian peristiwa yang terjadi di lokasi.

Menurut keterangan kepolisian, operasi bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei. Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang pria berinisial BIO yang diduga sebagai pengedar sabu. Polisi menyebut BIO merupakan residivis kasus narkotika.

Kasat Resnarkoba Polres Katingan kemudian memimpin langsung operasi penindakan. Tim berangkat sekitar pukul 21.00 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 00.30 WIB. Sebanyak 12 personel dibagi ke dalam dua kelompok. Tim pertama yang dipimpin Kasat Resnarkoba, terdiri atas sembilan personel, bertugas melakukan penindakan di rumah target. Adapun tiga personel lainnya bersiaga di sekitar SMP Negeri setempat sebagai tim pendukung.

Kepolisian menyatakan BIO sempat berhasil diamankan. Namun situasi berubah ketika seorang pria keluar dari arah dapur sambil membawa parang dan menyerang salah seorang anggota polisi. Serangan itu berhasil digagalkan setelah pelaku dilumpuhkan.

Tidak lama kemudian, dua pria lain keluar dari dalam rumah sambil membawa parang. Salah satunya disebut menyerang Kasat Resnarkoba. Polisi menyatakan Aiptu Sumariyanto sempat melepaskan tembakan peringatan. Karena serangan tidak berhenti dan dinilai membahayakan keselamatan petugas, dilakukan tindakan tegas terukur dengan melepaskan tembakan untuk melumpuhkan salah seorang penyerang.

Peristiwa itu memicu kepanikan keluarga korban yang kemudian berteriak meminta pertolongan. Dalam waktu singkat, sejumlah warga berdatangan. Polisi menyebut massa membawa parang, senjata api rakitan, serta berbagai benda yang diduga digunakan untuk menyerang petugas.

Menghadapi situasi tersebut, personel Satresnarkoba berupaya menyelamatkan diri sembari meminta bantuan dari Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah. Tim pertama sempat berlindung di sebuah pulau kecil di tengah sungai. Kasat Resnarkoba juga dilaporkan terjun ke sungai untuk menghindari kejaran massa. Polisi menyebut warga masih melakukan pengejaran dan melepaskan tembakan menggunakan senjata api rakitan ke arah petugas.

Dari lokasi persembunyian, beberapa anggota menghubungi tim pendukung agar segera meminta bantuan ke Polsek Katingan Tengah. Sementara Kasat Resnarkoba menghubungi Kapolres Katingan untuk meminta tambahan personel.

Tim pendukung kemudian bergerak menuju Polsek Katingan Tengah menggunakan mobil. Dalam perjalanan, mereka mengaku sempat dikejar sebuah mobil SUV berwarna silver dan dihadang sejumlah orang yang membawa senjata api rakitan, balok kayu, serta parang. Meski demikian, tim berhasil mencapai Polsek Katingan Tengah dengan selamat.

Sementara itu, tim pertama yang masih bertahan di pulau kecil memutuskan berenang menyeberangi sungai untuk menyelamatkan diri. Dalam proses tersebut, Aiptu Sumariyanto, Aipda Yudhie, dan Bripda Nopandri Ramadhana dilaporkan kelelahan sehingga kembali ke tepi sungai yang telah dipenuhi massa.

Lima personel lainnya, yakni Bripka Jhon Trio, Briptu Dedi, Briptu Kristian, Bripda Ferdy, dan Bripda Eko, berhasil menyeberang dan bersembunyi di kawasan hutan hingga akhirnya dievakuasi.

Polisi menyatakan sembilan personel Satresnarkoba berhasil dievakuasi oleh tim gabungan Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah. Aipda Yudhie ditemukan meninggal dunia di sebuah lanting di sekitar lokasi kejadian. Adapun Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana hingga kini masih dalam pencarian melalui penyisiran di sepanjang aliran sungai.

Kepolisian menyatakan proses pencarian terhadap kedua anggota tersebut masih berlangsung. Selain itu, penyelidikan terkait dugaan penyerangan terhadap aparat saat menjalankan tugas penegakan hukum juga terus dilakukan.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page