Example 728x250

DPRD Kalteng Minta Pemerintah Prioritaskan Layanan Dasar di Wilayah Terpencil

Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Nafsiah

MONITOR KALTENG, PALANGKA RAYA – DPRD Kalimantan Tengah menyoroti masih adanya ketimpangan layanan dasar yang dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah pelosok.

Infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan dinilai masih menjadi persoalan utama yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah agar pemerataan pembangunan dapat terwujud.

Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Nafsiah, mengatakan berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat menunjukkan bahwa kebutuhan dasar di daerah terpencil belum sepenuhnya terpenuhi.

Keterbatasan akses jalan, minimnya tenaga pendidik, hingga kurangnya tenaga kesehatan masih menjadi keluhan yang kerap disampaikan warga.

“Memang hal-hal seperti ini masih ada, terutama di daerah pelosok. Soal jalan, guru, dan tenaga kesehatan masih sangat kurang di sana dan masih sering dikeluhkan masyarakat. Ini menjadi perhatian bagi pemerintah daerah,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).

Menurut Nafsiah, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada akses masyarakat terhadap pelayanan publik, tetapi juga berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi dan kualitas hidup warga.

Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret dan berkelanjutan untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah di Kalimantan Tengah.

Ia menilai pemerataan pembangunan harus menjadi prioritas agar seluruh masyarakat, termasuk yang tinggal di kawasan terpencil, dapat merasakan manfaat pembangunan secara adil dan merata. Upaya tersebut, lanjutnya, perlu didukung dengan penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Persoalan seperti ini perlu mendapat perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat di daerah,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.

DPRD Kalteng berharap berbagai aspirasi yang telah disampaikan masyarakat tidak berhenti pada tahap penampungan semata, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program dan kebijakan yang tepat sasaran.

Dengan demikian, kualitas pelayanan publik di wilayah pelosok dapat terus meningkat dan kesenjangan pembangunan antarwilayah semakin berkurang.

Peningkatan akses infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan dinilai menjadi kunci dalam mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan yang inklusif di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page