MONITOR KALTENG – Palangka Raya, 31 Juli 2025 — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengalokasikan anggaran sebesar Rp49 miliar untuk program bantuan seragam dan sepatu gratis bagi siswa baru tingkat SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH), baik negeri maupun swasta. Namun, kebijakan tersebut mengalami penyesuaian dan kini diprioritaskan bagi siswa dari keluarga tidak mampu.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Reza, menyatakan bahwa perubahan tersebut bertujuan agar bantuan lebih tepat sasaran. “Anggaran kami siapkan Rp49 miliar. Sekarang ini belum bisa jalan karena ada perubahan kebijakan pemberian seragam dan sepatu gratis, dari yang awalnya untuk semua siswa, jadi diprioritaskan untuk yang benar-benar tidak mampu,” ujarnya kepada wartawan di Palangka Raya, Jumat (25/7/2025), dikutip dari sejumlah media nasional.
Berdasarkan kebijakan terbaru, siswa dari keluarga miskin ekstrem akan menerima empat stel seragam lengkap, yakni seragam putih abu-abu, batik, pramuka, dan olahraga, serta sepasang sepatu. Sementara siswa dari keluarga mampu hanya mendapat dua jenis seragam, yaitu batik dan olahraga, sedangkan seragam lainnya dibeli secara mandiri.
Kebijakan ini menimbulkan beragam reaksi dari masyarakat. Sejumlah orang tua siswa mempertanyakan kejelasan pelaksanaan program, khususnya terkait kriteria penerima dan mekanisme distribusi bantuan.
Kepala SMA Negeri 2 Palangka Raya, M. Rifani, menyatakan pihak sekolah masih menunggu petunjuk resmi dari Dinas Pendidikan. “Kami mengikuti apa yang sudah disampaikan oleh Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah. Bila yang diberikan kepada siswa golongan mampu hanya dua stel, yakni seragam olahraga dan seragam batik, dan saat ini kami masih belum bisa mensosialisasikan program tersebut kepada orang tua siswa karena belum ada surat edaran atau juknis (petunjuk teknis),” ujarnya, di Ruang Kantornya di SMA Negeri 2 palangka raya. Kamis (31/7/2025).
Rifani menambahkan, pembelian seragam diperbolehkan di luar sekolah, namun pihak sekolah juga menyediakan seragam melalui koperasi bagi orang tua yang ingin membelinya.
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah belum mengeluarkan petunjuk teknis resmi terkait pelaksanaan program bantuan seragam dan sepatu gratis. Masyarakat diimbau menunggu informasi lebih lanjut untuk menghindari kesalahpahaman dalam pelaksanaan kebijakan ini.(Redaksi)













