Monitorkalteng.co.id – Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya tengah bersiap melakukan lompatan besar dalam upaya membangun kota yang lebih layak huni dan berdaya saing. Wali Kota Fairid Naparin mengungkapkan rencana revitalisasi besar-besaran yang mencakup infrastruktur dasar, tata ruang kota, hingga pelayanan publik yang lebih responsif.
Program revitalisasi ini bukan semata proyek fisik, tetapi juga bagian dari visi jangka panjang membangun peradaban kota yang modern, tertib, dan inklusif. “Kita ingin menghadirkan wajah baru kota yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi semua,” kata Fairid kepada awak media, Kamis (10/4/2025).
Dalam pemaparannya, Fairid menyebutkan bahwa program revitalisasi ini akan difokuskan pada beberapa sektor strategis. Salah satunya adalah normalisasi drainase sepanjang 23.696 meter yang menjadi langkah preventif terhadap ancaman banjir musiman. Tak hanya itu, peningkatan kualitas jalan lingkungan sepanjang 2.799 meter juga akan dilakukan untuk menunjang konektivitas antarkawasan pemukiman.
Di sektor ekonomi kerakyatan, Pemerintah Kota akan menata ulang Pasar Kahayan agar lebih modern, tertib, dan nyaman bagi pedagang serta pengunjung. Pasar yang sebelumnya semrawut ini direncanakan menjadi pusat ekonomi rakyat yang berstandar tinggi, sekaligus mendongkrak daya tarik kawasan sekitar.
Selain infrastruktur darat, bantaran Sungai Kahayan tak luput dari perhatian. Penataan kawasan ini bertujuan mengurangi risiko banjir sekaligus memperindah wajah kota. Kawasan tepian sungai dirancang sebagai ruang publik yang hijau, estetis, dan aman bagi warga.
Dalam sektor pelayanan publik, penguatan sistem call center 112 juga menjadi salah satu prioritas. Optimalisasi layanan ini akan mempercepat respons terhadap kejadian darurat, memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran pemerintah dalam situasi krisis.
Fairid menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan masyarakat. Ia mengimbau agar warga turut serta menjaga kebersihan lingkungan dan menggunakan fasilitas publik dengan bijak. Di sisi lain, ia juga meminta seluruh perangkat daerah untuk bergerak lebih cepat dan terkoordinasi.
“Revitalisasi ini bukan hanya proyek fisik, tapi juga upaya membangun peradaban kota yang ramah, tangguh, dan berdaya saing,” tegas Fairid.
Meski ambisius, revitalisasi ini bukan tanpa tantangan. Mulai dari pendanaan, pembebasan lahan, hingga penyesuaian sosial di lapangan, semua menjadi bagian dari dinamika pembangunan kota. Namun dengan komitmen lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, langkah ini diyakini akan menjadi titik balik kemajuan Kota Palangka Raya menuju kota masa depan yang inklusif dan resilien.
Redaksi













