Example 728x250

Repro Gandeng Petani dan Kontraktor Lokal Kalteng, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

1. AGUSTUS, ST (baju Merah) Kontraktor/Mitra Repro Prov Kalteng. 2. Drs. WALDEMAS, M, Si / Ketua Repro Wilyah Kalteng 3. HOTMIAN SIREGAS, SE / Ketua Umum Repro Pusat 4. Nasaruddin Budiman / Ketua Bidang Pertanian DPP Repro

Monitorkalteng.co.id – Palangka Raya – Relawan Prabowo (Repro) menegaskan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dengan menggandeng petani dan kontraktor lokal di Kalimantan Tengah (Kalteng). Komitmen ini disampaikan dalam diskusi yang digelar di Aula Sebangau Hotel Neo, Selasa (4/3) malam.

Ketua DPP Repro, Hotmian Siregar, menekankan pentingnya peran petani lokal dalam program ini, mengingat Kalteng memiliki potensi besar di sektor pertanian, terutama dengan adanya program cetak sawah yang telah berjalan.

“Pertanian di Kalteng harus diutamakan dibanding provinsi lain. Kami dari Repro siap melaksanakan program ketahanan pangan yang menjadi visi Presiden Prabowo Subianto dengan mendorong petani lokal agar mendapat peluang lebih besar,” ujar Hotmian.

Ketua Bidang Pertanian DPP Repro, Nasaruddin Budiman, menambahkan bahwa konsep ekonomi Pancasila menjadi landasan utama dalam program pertanian yang diusung. Ia menegaskan bahwa petani dan kontraktor lokal tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus berperan aktif dalam program ini.

“Kami ingin memastikan petani dan kontraktor lokal menjadi bagian penting dalam program pemerintah, bukan hanya sub-kontraktor. Tentu ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar bisa menjadi mitra dalam proyek ini,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, pada Rabu (5/3), tim Repro melakukan peninjauan ke lahan kosong di perbatasan Desa Tewang Darayu dan Desa Buntut Bali, Kabupaten Katingan. Lahan ini diproyeksikan menjadi bagian dari program ketahanan pangan dengan pemberdayaan petani dan kontraktor lokal.

Namun, tim menemukan tantangan serius terkait infrastruktur. Jembatan di kawasan tersebut dinilai belum mampu menahan beban alat berat yang diperlukan untuk pengolahan lahan, sehingga perlu adanya perhatian lebih dari pihak terkait.

Sementara itu, Agustus ST, seorang kontraktor asal Kalteng, menyatakan dukungannya terhadap program ini.

“Saya sebagai putra asli Kalteng sangat mendukung program pemerintah untuk cetak sawah di Kalteng. Ini adalah langkah besar menjadikan Kalteng sebagai lumbung padi nasional, tentunya dengan tetap memperhatikan kearifan lokal,” ujarnya.

Agustus juga menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi langsung dalam proyek ini.

“Saya tergerak untuk terlibat langsung dan diminta menjadi mitra Repro. Sebagai pihak swasta dan kontraktor, kami sangat bersemangat dan siap bekerja untuk menyukseskan program ini,” tegasnya.

Program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan kontraktor lokal di Kalimantan Tengah.  Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page