Pulang Pisau-Monitorkalteng.co.id/
Kondisi infrastruktur jalan di Desa Sei Baru Tewu, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, hingga kini masih memprihatinkan. Salah satu ruas jalan kabupaten sepanjang kurang lebih 400 meter dilaporkan telah bertahun-tahun belum mendapatkan penanganan maksimal, bahkan sebagian titik masih belum tersentuh pembangunan aspal. (27/04/2026)
Warga setempat mengeluhkan kondisi jalan yang sebagian besar masih berupa tanah, dengan beberapa titik yang sama sekali belum diaspal.Saat musim hujan, jalan berubah menjadi becek dan licin sehingga sulit dilalui, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi ini dinilai sangat menghambat aktivitas masyarakat, terutama dalam menunjang mobilitas dan perekonomian desa.
“Sudah lama sekali jalan ini tidak diperbaiki. Kalau hujan, sangat sulit dilewati, bahkan sering membuat kendaraan terjebak,”Ungkap sejumlah warga Desa Sei Baru Tewu.
Tidak hanya itu, sekitar 100 meter dari ruas jalan tersebut kerap tidak bisa dilalui saat terjadi pasang besar. Air meluap hingga menutup badan jalan, menyebabkan genangan yang menjadi kendala serius bagi pengguna jalan.
Akibat kondisi tersebut, kerusakan jalan semakin parah.Lubang-lubang di sejumlah titik kian dalam dan membahayakan pengendara, terutama pada malam hari atau saat permukaan jalan tertutup air.
Selain itu, warga juga menyoroti kondisi jalan yang sebelumnya telah dilakukan pengaspalan pada tahun 2024. Ruas jalan dari Desa Mintin menuju Desa Sei Tewu disebut menggunakan metode aspal goreng. Namun, saat ini kondisi jalan tersebut sudah banyak mengalami kerusakan, dengan munculnya lubang di berbagai titik.
Hingga saat ini, warga menyebut belum ada upaya pemeliharaan dari pihak terkait terhadap jalan yang telah diaspal tersebut, sehingga kerusakan terus bertambah parah dan semakin mengganggu kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan.
Kondisi serupa juga terjadi pada ruas jalan menuju Desa Sei Tewu yang masih belum mendapatkan penanganan optimal dan terdapat beberapa titik yang belum tersentuh aspal, meskipun menjadi akses vital bagi masyarakat.
Di jalur tersebut terdapat penyeberangan feri motor menuju arah Pangkoh, sehingga arus lalu lintas cukup ramai dan menjadikan jalan ini sebagai penghubung penting antarwilayah.
Dengan tingginya intensitas penggunaan, warga menilai sudah seharusnya pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur tersebut. Jalan yang rusak, berlubang, belum diaspal, serta kerap tergenang dinilai tidak hanya menghambat aktivitas, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Menurut warga, usulan perbaikan sebenarnya telah beberapa kali disampaikan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), namun hingga kini belum juga terealisasi.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau melalui dinas terkait dapat segera melakukan perbaikan menyeluruh, termasuk pengaspalan pada titik-titik yang belum tersentuh serta pemeliharaan jalan yang sudah ada, disertai penanganan drainase agar tidak lagi tergenang saat pasang air.
Perbaikan infrastruktur jalan dinilai sangat penting, tidak hanya untuk memperlancar akses transportasi, tetapi juga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan. Warga pun berharap pembangunan jalan tersebut dapat segera masuk dalam prioritas program pemerintah daerah dalam waktu dekat.”Tutupnya
Pewarta: Saprudin













