Example 728x250

Diskominfosantik Kalteng Anggarkan Rp7,88 Miliar untuk Proyek Internet Terpusat, Efektivitas dan Transparansi Jadi Sorotan

Gambar Ilustrasi internet (Dok Istimewa)

Monitorkalteng.co.id – Palangka Raya, 25 Maret 2025 – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,88 miliar untuk pembangunan jaringan internet terpusat guna mendukung Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Proyek yang dikelola oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) ini akan mencakup 43 perangkat daerah serta unit pelaksana teknis (UPT) di lingkungan pemerintahan.

Berdasarkan data dari Sistem Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), proyek ini bersumber dari APBD 2025 dan akan dilaksanakan melalui metode E-Purchasing. Jadwal pelaksanaan kontrak direncanakan berlangsung pada Januari hingga Februari 2025.

Proyek ini mencakup berbagai infrastruktur utama yang dirancang untuk meningkatkan konektivitas antar-perangkat daerah dan mendukung pengawasan berbasis digital. Beberapa komponen utama dalam pengadaan ini antara lain:

MS Router Silver & Diamond, sebagai perangkat utama dalam jaringan SPBE.

Dedicated IP Transit IX IIX 2 GBps, yang bertujuan untuk memastikan koneksi internet yang stabil dan cepat.

Metronet Innercity OPD, yang akan memperkuat jaringan komunikasi antar-organisasi perangkat daerah.

Metronet CCTV Luar Kota, untuk mendukung sistem pengawasan berbasis jaringan.

MS AP Indoor, sebagai akses internet dalam ruangan di lingkungan pemerintahan.

Dengan adanya proyek ini, Pemprov Kalteng menargetkan peningkatan efisiensi layanan publik berbasis digital serta memperkuat sistem pengawasan melalui teknologi.

Meskipun proyek ini diharapkan membawa manfaat besar bagi pemerintahan daerah, anggaran yang mencapai Rp7,88 miliar menjadi perhatian berbagai pihak. Tim Litbang Kaltengpedia menilai bahwa besarnya dana yang dialokasikan menuntut transparansi dalam implementasi.

Beberapa pertanyaan kritis yang muncul terkait efektivitas biaya antara lain:

Apakah anggaran yang dialokasikan sudah sesuai dengan harga pasar yang wajar?

Apakah perangkat yang digunakan memiliki spesifikasi terbaik dan sesuai dengan kebutuhan pemerintahan?

Selain itu, dampak proyek terhadap kinerja pemerintahan juga menjadi pertimbangan utama. Jaringan internet terpusat ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi layanan publik, tetapi sejauh mana efektivitasnya masih perlu diuji. Keberlanjutan sistem ini juga menjadi perhatian, terutama dalam aspek pemeliharaan jaringan setelah proyek selesai.

Dalam pelaksanaannya, proyek ini harus memastikan vendor yang terlibat dalam proses E-Purchasing memiliki rekam jejak yang baik dan kredibel. Pemilihan penyedia layanan yang tepat sangat penting untuk menghindari potensi masalah seperti:

Kegagalan sistem akibat spesifikasi perangkat yang tidak sesuai dengan kebutuhan pemerintahan.

Ketidakstabilan jaringan yang dapat menghambat digitalisasi layanan publik.

Kurangnya pengawasan dalam proses pengadaan, yang dapat berdampak pada transparansi penggunaan anggaran.

Mengacu pada besarnya anggaran yang digunakan, Kaltengpedia merekomendasikan agar proyek ini diawasi secara ketat melalui audit berkala. Keterbukaan data terkait proses pengadaan, pemilihan vendor, serta hasil implementasi proyek juga menjadi aspek yang harus diperhatikan untuk memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan pemerintahan daerah.

Publik diharapkan dapat mengawal proyek ini agar pelaksanaannya berjalan sesuai rencana dan tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari. Sementara itu, Pemprov Kalteng diharapkan memberikan laporan berkala mengenai perkembangan proyek guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan digitalisasi pemerintahan.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page