Example 728x250

Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda Buka Pelatihan Koperasi, Tegaskan SDM Jadi Kunci Penguatan Ekonomi Rakyat

KUALA PEMBUANG — Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda menegaskan bahwa penguatan koperasi tidak cukup hanya mengandalkan modal dan potensi usaha. Kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mengelola koperasi menjadi faktor penentu agar lembaga ekonomi rakyat tersebut mampu berkembang, dipercaya anggota, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda saat membuka secara resmi Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Koperasi bagi pengurus dan pengawas koperasi di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Seruyan, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Seruyan, pimpinan perangkat daerah terkait, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah, Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Palangka Raya, narasumber dari Lembaga Pendidikan Perkoperasian (Lapenkop) Dekopinwil Kalimantan Tengah, serta para pengurus dan pengawas koperasi peserta pelatihan.

Wanda mengatakan, koperasi memiliki posisi strategis sebagai gerakan ekonomi rakyat yang dibangun atas prinsip kekeluargaan. Karena itu, tata kelola koperasi harus diperkuat agar tidak berhenti sekadar sebagai organisasi ekonomi, tetapi benar-benar menjadi instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pengurus dan pengelola yang kompeten akan membawa koperasi menjadi lembaga yang akuntabel, dipercaya oleh anggota, dan mampu memberikan kesejahteraan nyata bagi masyarakat,” ujar Wanda.

Menurutnya, peningkatan kapasitas pengurus dan pengawas menjadi kebutuhan penting di tengah perubahan dunia usaha yang semakin cepat. Koperasi dituntut tidak hanya memahami administrasi dan tata kelola, tetapi juga mampu membaca peluang usaha, mengelola keuangan secara sehat, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.

Pelatihan tersebut menjadi salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Seruyan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan untuk memperkuat fondasi kelembagaan koperasi.

Materi yang diberikan mencakup tata kelola manajemen koperasi, literasi keuangan, pemanfaatan teknologi digital, hingga strategi pengembangan usaha yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Wanda menilai Seruyan memiliki modal besar untuk mengembangkan koperasi. Potensi sumber daya alam dan kekuatan ekonomi di tingkat desa dan kelurahan dinilai dapat menjadi basis pengembangan koperasi apabila dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Karena itu, para pengurus dan pengawas koperasi diminta tidak berhenti belajar. Mereka harus memahami aturan, meningkatkan kemampuan manajerial, serta mampu menjalankan organisasi secara transparan dan bertanggung jawab.

“Perbarui terus informasi dan pengetahuan agar tugas dapat dijalankan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” pesannya.

Bupati juga mendorong pengurus koperasi memperkuat sinergi dan kolaborasi, baik dengan pemerintah daerah maupun berbagai pihak lainnya. Menurutnya, koperasi tidak akan mampu tumbuh optimal jika berjalan sendiri tanpa dukungan ekosistem usaha yang kuat.

Kegiatan pelatihan tersebut kemudian dibuka secara resmi melalui pengucapan basmalah oleh Bupati Seruyan. Momentum itu menjadi penanda dimulainya upaya bersama untuk meningkatkan kapasitas pengelola koperasi sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di desa dan kelurahan.

Pemerintah Kabupaten Seruyan berharap peningkatan kapasitas SDM tersebut tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata.

Pengetahuan yang diperoleh diharapkan benar-benar diterapkan dalam pengelolaan koperasi sehingga mampu meningkatkan kepercayaan anggota, memperluas usaha, dan pada akhirnya memberikan dampak ekonomi yang lebih nyata bagi masyarakat Seruyan.(*As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page