Example 728x250

Cegah Konflik Sejak Dini, Pemprov Kalteng Intensifkan Koordinasi FKDM

Plt. Sekretaris Daerah Kalteng Leonard S. Ampung, yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Darliansjah, membuka kegiatan sekaligus menyampaikan apresiasi kepada jajaran FKDM kabupaten/kota, unsur intelijen, dan aparat penegak hukum yang hadir.

MONITOR KALTENG – PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Rapat Koordinasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) se-Kalimantan Tengah Tahun 2025 di Aula Rahan Pumpung Hapakat, Kantor Kesbangpol Kalteng, Selasa (18/11/2025).

Plt. Sekretaris Daerah Kalteng Leonard S. Ampung, yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Darliansjah, membuka kegiatan sekaligus menyampaikan apresiasi kepada jajaran FKDM kabupaten/kota, unsur intelijen, dan aparat penegak hukum yang hadir.

“Rakor FKDM ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi, khususnya dalam menghimpun data dan informasi bagi upaya pencegahan konflik sejak dini,” ujar Darliansjah.

Ia menekankan bahwa dinamika sosial, politik, dan ekonomi yang berkembang cepat menuntut pemerintah memiliki data yang akurat dan komprehensif dari FKDM.

“Peran FKDM sebagai garda terdepan deteksi dini sangat strategis. Data yang akurat dari lapangan menentukan efektivitas pemerintah dalam menjaga kondusivitas daerah,” tutur Darliansjah.

Darliansjah juga berharap sinergi antara pemerintah daerah, aparat intelijen, dan masyarakat semakin menguat dalam menjaga stabilitas wilayah.

“Melalui Rakor ini, kami berharap kolaborasi antarunsur semakin solid dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kalimantan Tengah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Kalteng, Marsekal Pertama TNI Muhammad Nur, menegaskan pentingnya peningkatan koordinasi FKDM di tengah dinamika perkembangan sosial di daerah.

“FKDM berperan penting dalam menyampaikan informasi awal terkait perkembangan situasi di lapangan. Setiap potensi gangguan perlu dipetakan sejak dini agar langkah antisipasi dapat dilakukan dengan cepat dan terukur,” tandas Kabinda.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi data dan informasi antarinstansi akan menentukan efektivitas pencegahan.

“Sinergi dan pertukaran informasi antarinstansi sangat diperlukan. Dengan komunikasi yang baik, potensi kerentanan dapat dicegah agar tidak berkembang menjadi konflik terbuka dan dapat dikendalikan lebih awal,” tegasnya.

Rakor FKDM 2025 ini menjadi salah satu upaya Pemprov Kalteng memperkuat koordinasi lintas sektor pemerintah daerah, intelijen, penegak hukum, dan masyarakat untuk menjaga keamanan daerah menjelang berbagai agenda nasional dan regional. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page