Monitor Kalteng – S e r u y a n // Warga Seruyan digemparkan dengan penemuan sesosok mayat dengan posisi terlentang diatas permukaan pantai sekitar jam 16.40 Wib, tepatnya dipantai Bakau kecamatan Seruyan hilir timur kabupaten Seruyan, Pada hari Jum’at 5/9/2025.
Adapun Warga yang menjadi saksi penemuan mayat tersebut atas nama Nurul Arifin (18), Kurniawan (41) dan Khaidir Rahman Irwandi ( 29) semua Warga Seruyan.
Penemuan mayat tersebut langsung dilaporkan kepada pihak Polres Seruyan selanjutnya dilakukan Olah TKP dari Tim Identifikasi Polres Seruyan, kemudian Mayat dibawa ke RSUD Kuala Pembuang utk dilakukan Visum.
“Kami segera menghubungi pihak berwenang begitu melihat sesosok mayat dengan tubuh terlentang di atas permukaan pantai, Kondisinya sudah sulit dikenali, dikarenakan bagian wajah sudah terlihat rusak,” ujar saksi mata.
Setelah Tim identifikasi Polres Seruyan melakukan pengidentifikasian terhadap sosok mayat tersebut diketemukan hasil bahwa mayat tersebut bernama Sefnat Onesimus,jenis kelamin laki-laki, Nik 3526182409830001, lahir Kupang,24-09-1983, Alamat: Jl. Banuriyadi Kadir No. 33 RT.006/005 Kel. Sukolilo Baru Kec. Bulak Kota Surabaya.
Adapun sosok mayat laki-laki tersebut memakai sepatu Putih, celana Jeans biru dan kaos coklat. Yang diduga Mayat tersebut adalah penumpang kapal KM Dharma Rucitra VI yang dioperasikan oleh PT Dharma Laut Utama, yang berlayar dari Sampit menuju ke Semarang yang beberapa waktu lalu melompat dari atas kapal saat kapal dalam perjalanan menuju kepelabuhan Semarang.
Adapun kronologis Korban melompat ke laut pada tanggal 1/9/2025, pada titik koordinat 03°18.087″S – 113°05.295T, di muara Perairan Sampit(Kotim).
Sebelumnya Pukul 06.10 WIB, korban sempat diperiksa kesehatan oleh Mantri kapal setelah mendapatkan laporan bahwa ada orang mengalami kesakitan/mengalami gangguan mental.
Selanjutnya pada Pukul 06.13 WIB, korban tiba-tiba berlari keluar dan langsung melompat ke laut. Petugas cleaning service kapal sempat menahan korban, tetapi korban lebih dulu melompat ke laut. Security jaga segera melemparkan lifebuoy ditempat korban melompat ke laut.
Setelah mendapatkan laporan dari security jaga, perwira jaga kapal melaporkan kejadian tersebut ke Nahkoda. Nahkoda lalu melakukan manuver untuk melakukan pencarian terhadap korban.
Kemudian kapal bermanuver sebanyak 3 kali dan melaksanakan pencarian ditempat jatuhnya korban, tetapi korban tidak ditemukan. Kemudian Nahkoda melaporkan kejadian tersebut ke kantor cabang DLU Sampit. Setelah berkoordinasi dengan kantor cabang DLU Sampit, KM. Dharma Rucitra VI melanjutkan pelayaran ke Pelabuhan Semarang.
Saat ini korban ditangani oleh kasat Polairud Polres Seruyan, Saat Tim indentifikasi Polres Seruyan menghubungi pihak Keluarga Korban, mereka menolak mayat untuk di autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.(*As)













