Monitorkalteng.co.id – Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya menyatakan dukungan penuh terhadap peluncuran Program Sekolah Rakyat (SR) yang digagas Presiden RI sebagai bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak bangsa.
Pernyataan ini disampaikan Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo, saat membuka kegiatan Sosialisasi dan Pendataan Calon Siswa Sekolah Rakyat Kota Palangka Raya Tahun 2025, Selasa (15/7/2025), di Ruang Peteng Karuhei II, Kantor Wali Kota.
Dalam sambutannya, Andjar menekankan bahwa pendidikan adalah investasi paling berharga bagi kemajuan bangsa. Karena itu, Pemkot menyambut positif kehadiran Sekolah Rakyat sebagai bentuk nyata perluasan akses pendidikan yang merata dan inklusif, khususnya bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.
“Kita ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun anak di Kota Palangka Raya yang tertinggal dalam mendapatkan hak dasarnya untuk mengenyam pendidikan. Sekolah Rakyat bukan sekadar menambah jumlah sekolah, tetapi menjangkau mereka yang paling membutuhkan,” ujarnya.
Program Sekolah Rakyat merupakan kebijakan nasional strategis dari Presiden RI yang menghadirkan konsep pendidikan gratis dan berasrama. Program ini bertujuan memutus rantai kemiskinan serta mendorong mobilitas sosial, dengan pelaksanaan dijadwalkan mulai Juli hingga Agustus 2025 di berbagai daerah, termasuk Kota Palangka Raya.
Andjar menilai kegiatan sosialisasi dan pendataan ini adalah langkah awal yang krusial agar program SR benar-benar menjangkau mereka yang membutuhkan. Ia mengajak semua elemen masyarakat untuk terlibat aktif menyebarluaskan informasi program ini.
“Saya mengajak semua pihak, mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, para camat, lurah, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, hingga dunia usaha, untuk bersama-sama menyukseskan program ini. Ini adalah kolaborasi besar demi menciptakan generasi Palangka Raya yang cerdas dan berdaya saing global,” tambahnya.
Andjar juga menyoroti pentingnya peran para pendamping sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dalam proses verifikasi calon siswa. Pendekatan humanis dan komunikasi langsung dengan keluarga dinilai penting untuk menjamin tepat sasaran.
Di akhir sambutannya, Andjar menyampaikan optimisme bahwa Sekolah Rakyat akan menjadi model pendidikan inklusif dan berkualitas di masa depan.
“Dengan sinergi dari semua pihak, kita bisa menjadikan Sekolah Rakyat sebagai mercusuar pendidikan dan bukti nyata komitmen daerah dalam mendukung kebijakan nasional,” pungkasnya.













