MONITOR KALTENG, KUALA PEMBUANG — Pemerintah Kabupaten Seruyan resmi memulai proses Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Tahun 2026. Pembukaan kegiatan dilakukan langsung oleh Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si., di Aula BAPPERIDA Kabupaten Seruyan, Senin (15/6/2026).
Seleksi ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaring pejabat tinggi pratama yang dinilai memiliki kompetensi, integritas, serta kapasitas kepemimpinan untuk mengisi sejumlah posisi penting di lingkungan Pemkab Seruyan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Seruyan H. Supian, S.Ag., Plh. Sekretaris Daerah, panitia seleksi, tim asesor, hingga para peserta yang mengikuti tahapan seleksi terbuka.
Dalam laporan panitia, Plh. Sekretaris Daerah menegaskan bahwa pelaksanaan seleksi terbuka merupakan amanat regulasi dalam sistem manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus bentuk penerapan sistem merit di lingkungan pemerintahan daerah.
Sebanyak sembilan jabatan strategis dibuka dalam seleksi tahun ini, meliputi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda, Asisten Administrasi Umum Setda, Inspektur Daerah, Sekretaris DPRD, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas PUPR, Kepala BKAD, serta Kepala Bapenda.
Proses pendaftaran yang awalnya dibuka sejak 21 Mei hingga 4 Juni 2026 bahkan harus diperpanjang selama tujuh hari lantaran tingginya minat peserta. Dari total 44 pelamar yang mendaftar, sebanyak 41 peserta dinyatakan lolos administrasi dan berhak mengikuti tahapan seleksi lanjutan.
Tahapan asesmen kompetensi digelar selama 15–16 Juni 2026 dengan melibatkan tim asesor dari Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Kementerian Pertanian serta Pusat Layanan Psikologi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. Sementara tahapan penulisan makalah dan wawancara akhir dijadwalkan berlangsung pada 18–19 Juni 2026.
Kepala Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Kementerian Pertanian, Indri Fitriani, S.H., M.A.P., menyebut asesmen kompetensi menjadi instrumen penting untuk memastikan proses seleksi berjalan objektif dan berbasis kemampuan nyata peserta.
“Melalui asesmen ini diharapkan lahir pejabat pimpinan tinggi pratama yang mampu menjawab tantangan organisasi dan memberikan pelayanan publik yang berkualitas,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda menegaskan bahwa seleksi terbuka bukan sekadar formalitas administratif, melainkan momentum menentukan arah kualitas birokrasi Kabupaten Seruyan ke depan.
Menurutnya, seluruh peserta memiliki peluang yang sama untuk menunjukkan kualitas kepemimpinan, kemampuan manajerial, serta gagasan inovatif yang dimiliki.
“Seleksi ini harus melahirkan pemimpin yang bersih, profesional, dan akuntabel. Jabatan adalah amanah, bukan sekadar posisi,” tegas Bupati.
Ia juga menyoroti tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks sehingga membutuhkan sosok pejabat yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga mampu berpikir strategis dan menjadi motor penggerak organisasi.
Bupati berharap hasil seleksi nantinya benar-benar menghadirkan pejabat yang mampu mempercepat pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dengan dibukanya seleksi JPT Pratama ini, Pemkab Seruyan menargetkan terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada percepatan pembangunan daerah demi kesejahteraan masyarakat.(*As)













