MONITOR KALTENG, Seruyan — Pemerintah Desa Tanjung Rangas, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, menggelar mediasi sengketa lahan di kawasan Natai Hambawang, Kamis, 21 Mei 2026. Mediasi berlangsung di Balai Desa Tanjung Rangas dan dipimpin Penjabat Kepala Desa Tanjung Rangas, Nurul Hidayah.
Pertemuan itu dihadiri Haji M. Murjikinsyah atau Haji Ikin yang didampingi M. Yasir selaku penerima kuasa resmi. Hadir pula perwakilan Danramil, perwakilan Kapolsek Seruyan Hilir, perwakilan Kasi Pemerintahan Kecamatan Seruyan Hilir, ketua Tim Desa, ketua tim teknis, perwakilan desa, serta para pihak yang bersengketa.
Mediasi digelar sebagai upaya penyelesaian sengketa batas lahan yang terjadi di wilayah Natai Hambawang. Dalam forum tersebut, masing-masing pihak diberikan kesempatan menyampaikan keterangan dan menyerahkan dokumen pendukung terkait lahan yang diperselisihkan.
Nurul Hidayah menegaskan pemerintah desa hadir sebagai mediator untuk menjaga situasi tetap kondusif dan mendorong penyelesaian melalui jalur musyawarah.
“Semua data terkait lahan sudah saya terima dan ke depannya tidak ada lagi data susulan di luar forum mediasi ini,” ujar Nurul.
Ia mengatakan pemerintah desa akan melakukan verifikasi terhadap seluruh dokumen yang telah diserahkan. Proses verifikasi dijadwalkan berlangsung selama satu pekan.
Nurul juga meminta seluruh pihak menghentikan sementara aktivitas di lokasi sengketa hingga proses verifikasi selesai dilakukan.
“Selama proses verifikasi belum selesai, dilarang melakukan aktivitas apa pun di lokasi lahan yang disengketakan,” katanya.
Pertemuan berlangsung aman dan tertib dengan pengawalan aparat serta unsur terkait. Pemerintah desa meminta seluruh pihak tetap menahan diri dan mengedepankan dialog guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sementara itu, usai mediasi, M. Yasir menegaskan laporan yang sebelumnya disampaikan ke aparat penegak hukum di Polres Seruyan tetap akan dilanjutkan.
“Mediasi tetap berjalan, tetapi laporan kami ke APH Polres Seruyan tetap kami lanjutkan sampai mendapatkan kejelasan dan kebenaran karena kami memiliki data yang kuat,” ujar Yasir.
*As_MonitorKalteng.co.id.













