Example 728x250

Merawat Warisan Hijau: Komitmen Nyata Kalimantan Tengah Menjaga Alam Lewat Aksi Serentak di Hutan Kota Nyaru Menteng

Rizky Badjuri, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah, menegaskan dukungannya terhadap agenda ini. Menurutnya, Kalimantan Tengah memegang peran vital sebagai paru-paru dunia.

PALANGKA RAYA – Monitorkalteng.co.id // 21 Mei 2025 — Hutan Kota Nyaru Menteng Berkah, Kalimantan Tengah, menjadi saksi bisu langkah konkret Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam merajut harmoni antara pembangunan dan kelestarian alam. Pada Rabu pagi, tiga agenda besar dijalankan serentak: pelepasliaran orang utan, penanaman pohon, dan penebaran benih ikan lokal (restocking). Tiga aksi, satu pesan: menjaga bumi bukan sekadar wacana, melainkan gerakan kolektif.

Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, hadir langsung memimpin kegiatan. Dalam pidatonya yang berapi-api namun sarat makna, ia menyampaikan bahwa langkah ini bukan hanya rutinitas seremonial, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan ekologis pemerintah terhadap kekayaan hayati yang dimiliki Kalimantan.

“Orang utan harus hidup di alamnya. Ini adalah komitmen kita menjaga dan melestarikan alam Kalimantan,” tegas Agustiar, menggarisbawahi pentingnya mengembalikan satwa endemik ke habitat aslinya.

Hutan Nyaru Menteng bukan sekadar kawasan hijau. Ia adalah simbol perlawanan terhadap eksploitasi yang membabi buta, dan sekaligus titik awal lahirnya paradigma baru: pembangunan berkelanjutan yang menempatkan lingkungan sebagai mitra, bukan korban.

Rizky Badjuri, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah, menegaskan dukungannya terhadap agenda ini. Menurutnya, Kalimantan Tengah memegang peran vital sebagai paru-paru dunia. Maka, pelestarian bukan pilihan, melainkan keharusan.

“Masyarakat, khususnya warga Kalteng, harus merawat dan menjaga hutan ini sebagai warisan untuk generasi yang akan datang,” ujarnya.

Apa yang dilakukan hari ini menjadi simbol sekaligus pengingat: bahwa di tengah gempuran industrialisasi, masih ada ruang bagi kebijakan yang berpihak pada keberlangsungan alam.

Langkah-langkah konkret ini memperlihatkan bahwa pembangunan dan pelestarian tidak harus berjalan dalam jalur yang saling meniadakan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah membuktikan bahwa keduanya bisa seiring dan sejalan.

Dalam program ini, pelepasliaran orang utan menjadi upaya memulihkan populasi primata ikonik Kalimantan. Penanaman pohon menegaskan komitmen terhadap reboisasi, sementara restocking ikan lokal menjadi jembatan antara konservasi dan keberlangsungan ekonomi masyarakat.

Lebih dari sekadar kegiatan satu hari, aksi ini dimaksudkan sebagai penyulut gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Konservasi tidak lagi menjadi domain eksklusif para pegiat lingkungan, melainkan tanggung jawab bersama. Akar gerakan ini ditanam hari ini, dengan harapan akan tumbuh menjadi budaya baru yang menghargai alam sebagai bagian dari identitas.

Dengan menjadikan hutan sebagai ruang belajar, ruang hidup, dan ruang harapan, Kalimantan Tengah menunjukkan pada dunia: bahwa menjaga alam bukanlah masa lalu, melainkan masa depan itu sendiri.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page