Example 728x250

Anggota Aliansi Pemuda Peduli Kalteng Diduga Dipukul, Video Kejadian Beredar di Media Sosial

MONITOR KALTENG, PALANGKA RAYA — Dugaan aksi pemukulan terhadap anggota Aliansi Pemuda Peduli Kalteng terjadi di Jalan RTA Milono, tepatnya di depan Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Kalimantan Tengah, Kota Palangka Raya, Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.

Peristiwa tersebut turut menjadi perhatian setelah video yang berkaitan dengan kejadian itu beredar di media sosial. Rekaman tersebut memunculkan perhatian terhadap dugaan tindakan kekerasan yang disebut melibatkan dua orang yang mengaku sebagai anggota Kepolisian dari Satuan Brimob Polda Kalimantan Tengah.

Meski demikian, identitas kedua orang tersebut serta kebenaran status keanggotaannya belum terverifikasi secara resmi. Isi dan konteks video juga perlu ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan rangkaian kejadian secara utuh.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, kejadian bermula ketika sejumlah anggota Aliansi Pemuda Peduli Kalteng dalam perjalanan pulang setelah berkumpul di salah satu kafe.

Dalam perjalanan, mereka melihat sebuah mobil Honda Brio berwarna kuning yang disebut berada di tengah jalan. Situasi kemudian memanas setelah terjadi dugaan aksi saling kejar dengan sejumlah remaja yang menyaksikan balapan liar.

Anggota Aliansi Pemuda Peduli Kalteng yang melintas disebut berupaya meredakan situasi guna mencegah terjadinya bentrokan. Keadaan sempat mereda sebelum mereka melanjutkan aktivitas.

Namun, ketika sejumlah anggota aliansi berhenti untuk membeli rokok, dua orang yang disebut sebelumnya berada dalam situasi tersebut diduga mendatangi mereka dan melakukan penyerangan serta pemukulan.

Salah seorang dari kedua orang itu juga disebut berada dalam kondisi mabuk. Keterangan tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak terkait.

Atas kejadian tersebut, Aliansi Pemuda Peduli Kalteng meminta agar dugaan tindak kekerasan itu segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.

Beredarnya video di media sosial diharapkan menjadi salah satu bahan awal untuk menelusuri kejadian. Namun, pembuktian dan penentuan pihak yang bertanggung jawab tetap harus dilakukan melalui proses pemeriksaan yang sah.

Apabila benar terdapat anggota kepolisian yang terlibat, Aliansi Pemuda Peduli Kalteng berharap institusi terkait melakukan pemeriksaan secara profesional dan mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page