Example 728x250

KARHUTLA MENGANCAM, BUNDA PAUD SERUYAN WELDULINE TURUN TANGAN: LINDUNGI ANAK, JANGAN LENGAH!

MONITOR KALTENG, SERUYAN, — Di tengah ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, Bunda PAUD Kabupaten Seruyan, Welduline Ahmad Selanorwanda, turun langsung memantau aktivitas pembelajaran anak usia dini di Kuala Pembuang, Selasa (22/9/2026).

Monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan proses pendidikan anak usia dini tetap berjalan, sekaligus memastikan lingkungan belajar berada dalam kondisi aman di tengah situasi darurat karhutla.

Kunjungan dipusatkan di TK Candra Waluyo, Kuala Pembuang, dan dihadiri pengawas TK, Bunda PAUD desa, kepala satuan pendidikan, tenaga pendidik serta peserta didik dari sejumlah satuan PAUD.

Dalam kunjungan tersebut, Welduline tidak hanya melihat langsung proses belajar mengajar, tetapi juga memantau kondisi lingkungan sekolah dan kualitas udara di sekitar satuan pendidikan.

Hasil pemantauan menunjukkan kondisi udara di lokasi kunjungan masih cukup baik sehingga kegiatan pembelajaran dapat berlangsung secara normal.

“Kita bersyukur masih melakukan belajar mengajar dengan baik dan lancar. Semoga kunjungan kami ini bisa memberikan semangat dan manfaat untuk anak-anak kita semua,” ujar Welduline.

Welduline meminta seluruh kepala satuan PAUD dan tenaga pendidik meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kualitas udara. Pasalnya, dampak karhutla dapat berubah sewaktu-waktu dan mengancam kesehatan, terutama anak-anak yang masih rentan terhadap paparan asap.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan langkah perlindungan apabila kondisi udara memburuk. Salah satunya dengan menggunakan masker sesuai arahan Pemerintah Kabupaten Seruyan.

“Walaupun kita tidak langsung terdampak, kita tetap harus menjaga anak-anak. Ada arahan dari Bapak Bupati untuk memakai masker. Nanti anak-anak juga bisa diajarkan memakai masker agar tetap sehat dan tidak batuk,” tegasnya.

Menurutnya, keselamatan dan kesehatan anak harus menjadi prioritas. Proses pendidikan tetap harus berjalan, tetapi pelaksanaannya harus menyesuaikan kondisi lingkungan dan tingkat risiko akibat bencana karhutla.

Para guru juga diminta tidak hanya menjalankan kegiatan belajar mengajar, tetapi turut memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai kebiasaan hidup sehat dan pentingnya melindungi diri dari paparan asap.

Welduline mengapresiasi para kepala satuan pendidikan dan tenaga pendidik yang tetap memberikan pelayanan pendidikan di tengah situasi karhutla.

Ia menilai guru memiliki peran penting dalam menciptakan suasana belajar yang aman, sehat, sekaligus tetap menyenangkan bagi anak-anak meski berada dalam situasi darurat.

Interaksi langsung juga dilakukan Welduline bersama para peserta didik. Ia memberikan motivasi agar anak-anak tidak kehilangan semangat untuk bersekolah.

“Harus semangat sekolahnya. Kalau semangat sekolah, anak-anak akan menjadi pintar. Bunda nanti akan berkunjung lagi,” tuturnya kepada anak-anak.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan interaksi bersama peserta didik dan foto bersama.

Monitoring tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan layanan pendidikan PAUD di Kabupaten Seruyan tetap berjalan di tengah ancaman karhutla.

Bunda PAUD Seruyan berharap kondisi udara segera membaik sehingga seluruh satuan PAUD dapat melaksanakan pembelajaran secara aman, sehat dan optimal.

Di tengah ancaman karhutla, pesan yang disampaikan jelas: pendidikan tidak boleh berhenti, tetapi keselamatan dan kesehatan anak tetap menjadi prioritas utama.(*As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page